Kamis, 2 Desember 21

Pasek: Jadi Ketum, Orang Sekitar SBY yang Panen

Pasek: Jadi Ketum, Orang Sekitar SBY yang Panen

Jakarta, Obsessionnews – ‎Setelah mendapat dukungan dari para Ikatan Muda Demokrat Indonesia (IMDI) di Jakarta, Jumat (24/4/2015), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan siap untuk kembali menjadi ketua umum Partai Demokrat periode 2015-2020.

Menanggapi hal itu, Politisi Partai Demokrat I Gede Pasek mengaku dirinya masih meragukan apakah dukungan yang diberikan oleh pengurus di daerah kepada SBY murni sesuai kehendak hatinya, atau jangan-jangan situasi itu sengaja dikondisikan oleh orang dekat SBY untuk kepentingan pribadinya.

“Wah, saya nggak tahu sih, SBY beneran nyalon atau hanya ulah orang-orang sekitarnya yang panen ketika SBY jadi Ketum,” ujar Pasek kepada Obsessionnews, Jumat (24/4/2015).

Menurut Pasek, pada kenyataannya selama SBY menjadi Ketua Umum pasca digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) di Bali tahun lalu, Demokrat tidak mengalami perubahan. Bahkan pada Pilkada 2014 suara Demokrat terjun bebas dan hanya memperoleh 9 persen. Karena itu, SBY dinilai hanya ‎Ketum formalitas.

“Dan dalam prakteknya, SBY nggak bisa jalankan roda organisasi sehari-hari. Merekalah (orang dekat SBY) yang menjadi Ketum de facto,” jelasnya.

SBY sendiri dalam pidatonya di depan kader muda Demokrat menyatakan, dirinya hanya siap maju apbila betul-betul mendapat dukungan yang murni dari para pengurusnya di bawah. Namun, bila dukungan itu hanya pura-pura, SBY lebih senang menyerahkan jabatan ketua umum ke kader yang lain.

“Syaratnya, harapan untuk saya maju sebagai ketua umum itu benar adanya. Syarat kedua, tidak ada orang yang bisa menyelesaikan persoalan sendiri, yang diperlukan adalah kebersamaan,” ‎kata SBY.

SBY mengaku akan tetap konsisten mengawal Partai dari awal sampai masa yang akan datang, meski dirinya tidak lagi menjabat sebagai ketua umum. Baginya, Demokrat adalah nafas politik SBY untuk menyampaikan ide dan gagasannya sehingga partai berlambang Bintang Mercy ini berkembang menjadi partai besar.

“Saya tidak pernah absen pada saat itu sampai sekarang meski penuh romantika dan dinamika perjuangan,” ucap Presiden ke-6 RI ini. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.