Minggu, 24 Oktober 21

Pasca teror, Paris Larang Shuting film

Pasca teror, Paris Larang Shuting film

Paris, Obsessionnews – Khawatir para aktor dikira polisi yang sedang shuting beradegan kejar-kejaran, kini Paris melarang syuting film laga di kota itu, dimana sebelumnya, Paris menjadi tempat strategis yang berkesan.

Syuting beradegan dengan polisi, tentara atau jasa keamanan diluar area, sekarang dilarang, pasca serangan teror di ibukota Perancis yang mengakibatkan 20 orang tewas, termasuk tiga orang bersenjata.

“Ada masalah dengan aksi para aktor film, sebagai aktor yang sedang beradegan, nanti bisa menjadi target para teroris Juga, pelaku dapat menimbulkan kebingungan bagi masyarakat umum. Selama periode sensitif ini,” kata Sylvie Barnaud, pejabat polisi yang memberikan izin shuting diluar sekitar Paris kepada The Associated Press.

Dia tidak tahu berapa lama larangan tersebut bisa bertahan, namun suasana belum kondusif di Paris. Polisi bersenjata dan tentara masih berjaga-jaga, termasuk rumah-rumah ibadah, kantor media dan daerah perbelanjaan utama.

Kota telegenic telah lama menjadi lokasi syuting yang disukai, terutama untuk adegan kejar-kejaran yang menampilkan beberapa landmark yang paling dikenal di dunia.

Box-office 2014 Luc Besson “Lucy,” dengan Scarlett Johansson, adegan seperti kejar-kejaran polisi di sebelah Louvre, sudah tidak berlaku lagi di bawah aturan baru ini.

“Luc Besson ingin film ini sekarang, tidak mungkin,” kata William Trillaud, yang ditugaskan untuk mengatur solusi tentang film ini.

Film 2014 terlaris “Edge of Tomorrow,” yang sebagian difilmkan di ibukota Perancis, Pemeran Emily Blunt dan Tom Cruise. Belum lagi sejarah film terkenal Aktor Matt Damon mengejar Mini Cooper dalam “Bourne Identity” tidak akan terjadi lagi adegan seperti itu, dan baku tembak di the gilded Pont Alexandre III yang pernah ditampilkan pada tahun 1998 “Ronin,” bersama Aktor Robert De Niro.

Paris teror

Adegan dengan situs atau sekolah keagamaan, baik yang dilindungi di bawah keamanan keadaan darurat, juga dilarang.

Dengan pelarangan ini, beberapa produksi terganggu termasuk film terbaru dari “Basic Instinct” sutradara Paul Verhoeven, yang menurut polisi setelah kejadian serangan Charlie Hebdo itu telah mencabut steker dirinya yang direncanakan di kantor polisi utama Paris untuk film terbarunya, “elle. ”

Film lain “Flics Tout Simplement”, seharusnya memiliki adegan dengan seorang perwira polisi di luar sekolah, juga dihentikan.

“Ya, kita maksudkan untuk adegan film ini. Tapi itu tidak diperbolehkan. Tentu saja, kita harus menghargai aturan baru, dan kami mengubah rencana produksi,” kata unit sutradara Stephan Guillemet.

“Ini bisa berdampak pada produksi Amerika yang besar, ini bukan saat yang tepat untuk melakukannya,” kata Agnes Naggeotte dari Cinema Misi Kota Paris.

“Bahkan jika Steven Spielberg ingin memfilmkan adegan besar dengan polisi dan tembak-menembak di jalan-jalan pada bulan Januari saya yakin itu tidak akan mendapat dilakuan,” tambahnya. (Popi Rahim)

Related posts