Selasa, 30 November 21

Pasca Ditahan, Gatot dan Istrinya Serang OC Kaligis

Pasca Ditahan, Gatot dan Istrinya Serang OC Kaligis

Jakarta, Obsessionnews – Berbagai cara dilakukan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evy Susanti agar bisa lepas dari jeratan hukum. Pasca keduanya ditahan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Gatot dan Evy mengeluarkan ‘jurus’ menghindar dengan melempar bola panas.

Melalui pengacara, Razman Arief Nasution, pasangan suami istri yang baru menikah tahun 2013 lalu menyebut Otto Cornelis Kaligis sebagai inisiator pengajuan gugatan atas surat perintah penyelidikan Kejaksaan Tinggi ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan.

“Bu Evy dan Pak Gatot tidak mau dikatakan sebagai inisiator, aktor, otak pemberian dana ini. Kaligis sebenarnya yang punya inisiatif untuk melakukan gugatan PTUN,” ujar Razman, di Jakarta Selasa (4/8/2015).

Razman mengatakan alasan klienya akhirnya mengajukan gugatan ke PTUN karena Kaligis yang bertindak selaku pengacara keluarga berhasil meyakini bahwa kasus tersebut patut digugat. Apabila gugatan dimenangkan OC Kaligis mengatakan akan muncul terobosan hukum.

“Pak OC bilang, ‘ini kita harus PTUN-kan.’ Tapi, enggak ngerti, apa Pak OC punya maksud lain,” kata Razman.

Tidak hanya itu, serangan terhadap OC sebelumnya sudah dilakukan pasca penahanan terhadap kedunya. Sang istri, Evy Susanti menulis surat dan meminta disampaikan kepada pihak Kaligis bersedia buka suara kepada penyidik maupun publik mengenai kasus tersebut.

“Di dalam suratnya, beliau minta Pak OC itu bicara ke publik, bicara ke penyidik, supaya terang. Beliau (Evy) siap untuk dikonfrontasi,” ungkap Razman.

Seperti diketahui, kasus ini terkuak setelah KPK menciduk lima orang dalam operasi tangkap tangan di Medan, Sumatera Utara. Kelima orang itu antara lain, Ketua PTUN Medan, Tripeni Irianto Putro (TIP) serta dua hakim lain yaitu, hakim Amir Fauzi (AF) dan hakim Dermawan Ginting (DG).

Selain ketiga hakim, KPK juga turut menciduk satu panitera Syamsir Yusfan (SY) serta seorang pengacara M Yagari Bhastara (MYB) alias Geri yang merupakan anak buah OC Kaligis. Mereka ditetapkan sebagai tersangka usai diperiksa penyidik KPK. Selain kelima orang itu, tim satgas KPK juga berhasil mengamankan uang USD 15 ribu USD dan 5000 dollar Singapura.

Geri sendiri disangkakan telah melanggar pasal 6 ayat 1 huruf a dan pasal 5 ayat 1 huruf a atau b dan atau pasal 13 undang-undang 31 tahun 1999 jo pasal 64 ayat 1 dan pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Kemudian, Untuk TIP, AF, DG, disangkakan pasal 12 huruf a atau huruf b atau huruf c atau pasal 6 ayat 2 atau pasal 5 atau pasal 11 undang-undang nomor 31 tahun 1999 jo pasal 64 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 ke-1.

Sedangkan SY disangkakan pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 uu nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah undang-undang nomor 20 tahun 2001 jo pasal 64 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 ke-1.

Setelah melakukan pengembangan kasus tersebut lembaga antirasuah pun kembali menetapkan tersangka baru yakni, OC Kaligis. Dia ditetapkan sebagai tersangka setelah dijemput paksa di hotel Borobudur di kawasan Lapang Banteng pada Selasa (14/7/2015). Bahkan, KPK langsung menjebloskan OC Kaligis ke jeruji besi di lapas Guntur.

Atas perbuatannya, OC Kaligis disangkakan dengan pasal 6 ayat 1 huruf a dan pasal 5 ayat 1 huruf a atau b, pasal 13 UU 20 Tahun 2001 juncto pasal 64 ayat 1 juncto pasal 55 ayat 1 KUHPidana.

Selain OC Kaligis dan kelima tersangka lain, KPK baru-baru ini menetapkan Gatot dan istrinya, Evy Susanti sebagai tersangka. Keduanya telah diperiksa penyidik KPK dan dicegah berperpergian ke luar negeri.

Gatot dan Evy disangkakan telah melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a dan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b dan atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 ayat 1 dan pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.