Jumat, 7 Oktober 22

Pasar Klewer Ludes Terbakar, IKAPPI Selidiki Biangnya

Pasar Klewer Ludes Terbakar, IKAPPI Selidiki Biangnya

Jakarta – Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) membentuk Tim Investigasi Independen yang berjumlah lima orang, untuk menyelidiki tragedi Pasar Klewer di Kota Solo yang hangus terbakar hingga habis dan rugikan triliuan rupiah.

“Pembentukan tim itu sebagai bentuk tanggung jawab kami karena pasar tekstil batik terbesar di Asia Tenggara tersebut, masuk menjadi anggota kami,” tegas Ketua Umum IKAPPI Abdullah Mansuri dalam pernyataan tertulisnya yang dikirimkan kepada Obsession News, Minggu malam (29/12/2014).

Apalagi selama beberapa tahun ini, jelasnya, IKAPPI mendampingi ribuan pedagang dalam menolak revitalisasi yang direncanakan Pemkot Surakarta. “Begitu dapat kabar dari pengurus paguyuban dan perwakilan kami di lapangan, kami pun langsung rapat dan juga membentuk Tim Investigasi Independen,” kata Mansuri.

“Kami tidak ingin berspekulasi tentang penyebab kebakaran, tetapi kami yakinkan bahwa sebagai pendamping pedagang kami akan bekerja di lapangan. Tentu kami tidak bisa melampaui tugas Puslapbfor (Polri). Kami hanya memberikan catatan temuan-temuan dari saksi mata, kronologis, awal titik api dan indikasi lain yang dapat mempermudah kerja Puslabfor,” tambahnya.

Ia menegaskan, kebakaran yang terjadi di Pasar Klewer menjadi perhatian serius IKAPPI. Tim Investigasi Independen yang beranggotakan lima orang, dijadwalkan berangkat dari Jakarta ke Kota Bengawan pada Senin (29/12) pagi.

“Kami akan turunkan lima tim ahli di bidangnya. Kelima orang itu mempunyai latar belakang ahli forensik, instalasi listrik, ahli bangunan dan lainnya. Paling lambat pada Rabu, hasil investigasi di lapangan selesai. Hasilnya, sebagai rekomendasi untuk Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor),” ungkap Ketua Umum IKAPPI.

“Kami juga sudah berkomunikasi dengan semua pihak di pusat, mulai kementrian terkait, DPR RI, Komnas HAM, dan semua pihak agar dapat membantu meringankan upaya percepatan pemulihan yang akan di lakukan Pemerintah kota Surakarta,” bebernya pula.

Sebelumnya diberitakan, kebakaran yang melanda Pasar Klewer Solo dari Sabtu malam hingga Minggu (28/12), mengakibatkan para pedagang batik merugi hingga mencapai triliunan rupiah. Salah satu pedagang di Pasar Klewer, Umi Markhamah, mengaku . Diperkirakan kios miliknya yang terdapat di lantai dua Blok CC ludes dilalap api mengingat awal kobaran api pada Sabtu (27/12) malam, berasal dari lantai dua.

“Saya belum bisa mengecek kondisi kios saya karena oleh petugas polisi tidak diperbolehkan masuk. Semoga saja ada keajaiban,” ujar Umi seperti dilansir BBC Indonesia.

Dia menduga menderita kerugian hingga ratusan juta rupiah. Pasalnya, semua dagangannya tidak bisa dievakuasi keluar. “Tahu ada informasi kebakaran, saya langsung ke pasar, tetapi ya tidak bisa mengamankan barang dagangannya,” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ibrahim, pemilik toko kain Aneka Jaya. Ia menyebutkan dua kiosnya yang terletak di dalam pasar luder terbakar. Tidak ada satu pun barang dagangannya yang bisa diselamatkan. “Dua kios saya habis terbakar. Total kerugiannya mencapai Rp500 juta. Karena barang dagangannya semalam tidak bisa dievakuasi,” sesalnya.

Fatum Al Katiri, seorang pedagang busana muslim di Pasar Klewer, memperkirakan total kerugian para pedagang mencapai miliaran rupiah. Sebab, jumlah pedagang yang berjualan mencapai 2.000 orang. Fatum berharap Pemerintah Kota Solo segera membuatkan pasar darurat. Sebab, sebagian pedagang di Pasar Klewer menggantungkan hidupnya dari berjualan di pasar ini.

“Secepatnya harus segera dibuatkan pasar darurat. Pemerintah harus cepat membuatkan tempat untuk berjualan. Para pedagang itu hidupnya ya dari sini. Saya juga punyanya toko hanya satu yang terbakar itu,” keluhnya. (Ars)

 

Related posts