Jumat, 29 Oktober 21

Pasar Bebas Asean 2015 dan Mega Proyek Reklamasi Pantai

Pasar Bebas Asean 2015 dan Mega Proyek Reklamasi Pantai

Pasar Bebas Asean 2015 dan Mega Proyek Reklamasi Pantai
Oleh: Salamuddin Daeng

Salah satu aspek kuncil dalam Pasar Bebas ASEAN 2015 adalah lalu lintas tenaga kerja yang bebas, baik bagi tenaga kerja ASEAN maupun ASEAN dengan mitra lainnya dalam kerangka ASEAN Plus 3 (China, Korea, Jepang). Tenaga kerja bisa bekerja dimana saja mengikuti investasi yang berasal dari negara mereka.

Seorang peneliti Asia Tenggara yang juga seorang pemerhati Indonesia asal AS menyatakan ada sedikitnya 100-150 juta tenaga kerja dari China yang siap mengisi pasar kerja ASEAN untuk memanfaatkan peluang yang ada. China saat ini memiliki kelebihan liquiditas yang besar untuk dilemparkan ke seluruh ASEAN untuk menyediakan tempat bagi sebaran tenaga kerja mereka.

Itulah sebabnya sejak awal para investor dari China memburu bisnis property, menguasasi lahan lahan di Kota Kota besar Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Jakarta merupakan salah satu destinasi investasi property asal China yang paling menjanjikan, tentu saja dengan bekerjasama dengan investor lokal. Selain itu mereka mengincar kota kota besar lainnya di Indonesia.

Penguasaan lahan dan property merupakan tempat bagi relokasi bagi jutaan tenaga kerja asal negara tersebut. Apalagi presiden Jokowi kepada berbagai media asing menyatakan akan mempermudah pemberian ijin HAK MILIK atas property kepada asing di Indonesia.

Salah satu modus penguasaan lahan di kota kota besar seperti Bali, Jakarta adalah proyek reklamasi pantai, membuat pulau baru dan membangun kota kota baru diatasnya, dengan itu mereka bisa menguasai untuk selama lamanya, secara terisolasi dari warga dan pemerintahan setempat. Proyek reklamasi Pantai Pluit merupakan salah satu dari mega proyek reklamasi terbesar di dunia.

Mereka rela mengorbankan investasi ratusan triliun, mengingat proyek semacam ini sangat strategis, tidak hanya untuk merelokasi tenaga kerja berlebih, namun penguasaan geopolitik, sebagai Satellite town dalam rangka pertahanan dan keamanan di masa depan.  [#]

*) Salamuddin Daeng – Pengamat Asosiasi Politik Indonesia (AEPI) dan Peneliti The Indonesia for Global Justice (IGJ).

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.