Jumat, 20 Mei 22

Partai Berkarya Adopsi Konsep Repelita

Partai Berkarya Adopsi Konsep Repelita
* Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto). (Sumber foto: CNN)

Jakarta, Obsessionnews.com – Partai Berkarya telah resmi ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai peserta Pemilu 2019. Parpol ini resmi mengantongi nomor urut 7 untuk berkontestasi di Pemilu tahun depan.

Partai besutan anak mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra  (Tommy Soeharto) ini merupakan fusi dari dua partai politik, yakni Partai Beringin Karya dan Partai Nasional Republik (Nasrep).

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kementerian Hukum danHAM) telah mangesahkan keberadaan Partai Berkarya, yang turut dicetuskan juga oleh putra bungsu mantan Presiden Soeharto ini.

Tepatnya pada Senin 17 Oktober 2016, Partai Berkarya sudah berbadan hukum dan sah sebagai partai politik oleh KPU sesuai SK Menkumham Nomor: M.HH20.AH.11.01 tahun 2016.

SK Menteri Hukum dan HAM itu tentang pengesahan Partai Berkarya beserta susunan pengurus DPP Partai Berkarya periode 2016-2021. SK pengakuan Partai Berkarya sudah ditandatangani Menteri Hukum dan HAM sejak 13 Oktober 2016.

Partai Berkarya itu hasil penggabungan antara Partai Nasrep dan Partai Beringin Karya. Partai politik terakhir ini juga sebetulnya turut dibidani oleh Tommy, yang di dalam struktur organisasinya menjadi ketua Dewan Pembina.

Selain Tommy, turut tampil nama mantan politisi Partai NasDem yang juga bekas Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Laksamana TNI (Purnawirawan) Tedjo Purdijatno, yang ditunjuk sebagai ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya.

Saat itu, Partai Berkarya dipimpin Ketua Umum DPP Partai Berkarya, Neneng A Tutty, Wakil Ketua Umum DPP Partai Berkarya, Yockie Hutagalung, dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Berkarya, Badaruddin Picunang.

Dengan disahkannya badan hukum Partai Berkarya oleh Kementerian Hukum dan HAM, maka mereka siap bekerja dan berjuang memenuhi persyaratan veriflkasi KPU guna bisa mengikuti Pemilu 2019.

Terpilihnya Tommy menjadi Ketua Umum Partai Berkarya secara aklamasi. Penetapannya yang dilakukan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) III di Hotel Lorin Solo, Karanganyar pada Minggu (11/3/2018) telah resmi di kalangan Partai Berkarya menggantikan posisi Neneng sebagai ketua umum.

Dengan ini Neneng melepaskan jabatannya sebagai ketua umum dan menyerahkannya kepada Tommy. Adapun Tommy sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya.

Selain itu, partai ini hadir untuk menjadi ‘penawar rindu’ kalangan Soehartois. Semangat militansi Soehartois menjadi pegangan Berkarya sebagai alternatif pilihan partai politik yang meramaikan Pemilu 2019 mendatang.

Namun, Tommy membantah kehadiran partainya untuk membawa Indonesia kembali ke Orde Baru. Menurut Tommy, pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden ke-2 RI itu kini telah menjadi bagian dari sejarah.

“Mengenai konsep kembalinya Orde Baru segala macam, saya kira seperti yang saya sampaikan beberapa waktu lalu, bahwa kembali Orde Baru itu enggak mungkin, karena itu bagian dari sejarah,” kata Tommy di sela-sela Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ke-III Berkarya di Solo, Jawa Tengah.

Meskipun demikian, ada sejumlah hal positif yang dilakukan Orde Baru akan diadopsi oleh Partai Berkarya. Tommy cukup akrab dengan Orde Baru karena dirinya adalah putra bungsu Soeharto.

Tommy mengatakan, salah satu yang bisa diadopsi dari kepemimpinan sang ayah adalah konsep Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita), yang berlangsung sejak 1969 sampai 1994. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.