Sabtu, 28 Januari 23

Parpol Nyolong APBN, Nyolong APBD, Nyolong BUMN ?

Parpol Nyolong APBN, Nyolong APBD, Nyolong BUMN ?

Jakarta, Obsessionnews.com – Mantan Menko Kemaritiman era Jokowi yang juga mantan Menko Perekonomian era Gus Dur, Dr Rizal Ramli (RR) menyarankan agar partai politik (parpol) dibiayai negara, jangan mencari dana sendiri. Karena itu, apabila dalam Pilpres 2019 nanti dirinya terpilih menjadi Presiden/Wapres, maka segera mengeluarkan Keppres pembiyaan parpol oleh negara.

 

“Semua partai politik dibiayai negara, jangan model super kapitalis seperti Amerika dimana partai politik nyari duit sendiri. Di Indonesia yang terjadi , semua nyolong APBN, nyolong APBD, nyolong BUMN. Yang disetor ke partai hanya 10 persen, yang 90 persen masuk kantong kantong (pribadi). Total Rp74 triliun estimated saya,” tegas RR saat bicara dalam acara ILC di TV One, Selasa (3/4/2018) malam.

 

 

“Intinya, kita ubah pembiayaan partai politik, Sehingga tugas partai hanya mencari leadership yang beramanah dan berkemampuan. Sehingga demokrasi kriminal ini kitab ubah menjadi civilized democracy, demokrasi yang amanah dan good government sehingga membawa kemakmuran bagi rakyat. Demokrasi kriminal hanya memakmurkan elit, eksekutif, legislatif, yudikatif. Tidak memakmurkan rakyat,” tambahnya.

 

 

Ekonom senior ini menyatakan prihatin dengan kebobrokan elit di Indonesia. “Soal demokrasi. Indonesia lakukan criminal democrazy atau demokrasi kriminal. Sebanyak 300 dari 352 bupati (dan walikota) dipenjara, setengah dari gubernur dipenjara, ratusan anggota DPRD dipenjara. Artinya, sistemnya yang salah,” bebernya.

 

Tidak hanya mengeluarkan pembiyaan parpol, RR juga melalukan dua hal lagi bila nanti terpilih menjadi Presiden/Wapres. “Kalau terpilih jadi presiden, kami akan tangkap seratus orang paling brengsek di Indonesia, akan kami kirim ke suatu pulau yang ada nyamuk malaria. Rizal Ramli tidak melanggar HAM, tapi nyamuk malaria itulah yang melanggar HAM. Jadi, harus ada sock therapy,” tegas RR disambut tepuk tangan.

 

Selain itu, tandas RR, “Ekonomi kita yang sudah terlalu ke kanan (neolib) ini kita kembalikan ke tengah sesuai konstitusi kita. Kita tunggu ekonomi kita akan tumbuh 10 persen dalam lima tahun.” (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.