Jumat, 30 Oktober 20

Parmusi: Ulama Mau Gulingkan Pemerintah Tidak Masuk Akal

Parmusi: Ulama Mau Gulingkan Pemerintah Tidak Masuk Akal
* Ketua Umum Pengurus Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) H. Usamah Hisyam.

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua Umum Pengurus Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) H. Usamah Hisyam menilai, tuduhan kejahatan makar oleh polisi terhadap ‎ Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad al-Khaththath sesuatu yang tidak masuk akal dan tanpa dasar.

Ia menegaskan, Al-Khaththath  adalah seorang ustaz yang tidak punya kekuasaan untuk menggulingkan pemerintah. ‎”Bagaimana seorang ustaz yang sehari-sehari naik ojek melakukan makar atau revolusi, ini mengada-ada,” ujar Usamah saat dihubungi, Selasa (4/4/2017).

Usamah meminta polisi  melihat persoalan ini secara jernih, tidak‎ bekerja karena ada tekanan dari pemerintah. Mustahil, kata dia, aksi damai 313 yang diinisiasi oleh FUI dituduh sebagai bagian dari rencana untuk menggulingkan pemerintah. Sementara tidak ada alat pendukung sebagai bukti.‎

“Saya sama sekali tidak yakin ya, Ustaz al-Khaththath punya niatan untuk melakukan revolusi menggulingkan presiden. Karena apa? karena seorang ulama, seorang ustaz, seorang kiai itu enggak punya senjata,” jelasnya.

Mantan Anggota DPR RI ini menuturkan, revolusi itu hanya bisa terjadi oleh mereka yang memiliki senjata. Sedangkan dalam kasus ini, ia menegaskan tidak ada tentara atau senjata yang berada di belakang ulama. Aksi damai 313 ini adalah murni memperjuangkan kepentingan umat Islam. ‎

“Kita pakai logika sajalah, enggak usah kita pakai pembuktian ini atau pembuktian itu,” tandasnya.

Diketahui, polisi menangkap al-Khaththath sebelum aksi 313 digelar di depan Istana. Ia tahan di Mako Brimob Kelapa Dua Depok. Ia tuduh akan melakukan makar dengan menunggangi aksi 313. Polisi juga menyebut memiliki bukti ada transaksi Rp 3 miliar untuk pendanaan menggulingkan pemerintah. ‎

Uang sebesar Rp 3 miliar untuk menggulingkan pemerintah juga dianggap tidak masuk akal. ‎(Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.