Sabtu, 16 Oktober 21

Parmusi: Islah PPP Harga Mati !

Parmusi: Islah PPP Harga Mati !
* Para pengurus Parmusi saat jumpa pers di Candi Pawon, Grand Sahid Hotel Jakarta, Minggu (20/3/2016).

Jakarta, Obsessionnews – Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) mendesak terjadinya islah di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Bagi Parmusi, islah di tubuh PPP menjadi harga mati.

Demikian dikemukakan Ketua Umum Parmusi, Usamah Hisyam, pada jumpa pers yang digelar di Candi Pawon, Grand Sahid Hotel Jakarta, Minggu (20/3/2016).

Menurut Usamah, sebagai salah satu unsur pendiri PPP dan pelanjut nilai-nilai perjuangan Partai Muslimin Indonesia, Parmusi memiliki tanggung jawab moral untuk menyelesaikan dan mempercepat islah PPP yang telah berkonflik selama 2 tahun belakangan.

Bahkan beberapa kali Parmusi telah melakukan sejumlah upaya untuk mempercepat terjadinya islah di tubuh PPP. Diantaranya, Parmusi telah menginisiasi islah PPP dengan mempertemukan Ketua Umum PPP Muktamar Jakarta Djan Farid dan Wakil Ketua Umum PPP Muktamar Bandung Emron Pangkapi pada Muktamar III Parmusi di Batam pada 11-13 Maret 2015.

“Namun upaya islah ini belum menghasilkan kesepakatan apapun, karena kedua belah pihak masih belum menemukan kata sepakat untuk duduk bersama,” terang Usamah.

Upaya lainnya, imbuh Usamah, dirinya pernah memediasi pertemuan kedua belah pihak pada 5 Maret 2016 untuk membahas proses islah yang menghasilkan informal meeting menuju islah PPP.

Bahkan upaya mempertemukan kedua pihak yang berseberangan juga dilakukan Kemenkumham pada 10 Maret 2016 dengan kesepakatan melakukan pertemuan lanjutan.

Dari serangkaian proses islah yang dilakukan, lanjut Usamah, sebagian besar elit PPP sesungguhnya menyetujui islah seutuhnya. Namun hingga pekan lalu, Djan Farid sama sekali tidak menunjukan itikad baik untuk melaksanakan islah.

Bahkan belakangan Djan Farid melakukan gugatan terhadap Presiden RI sebesar Rp1 triliun terhadap sejumlah regulasi.

Sikap dan langkah Djan Farid itu dianggap Parmusi sangat berbahaya bagi keutuhan dan eksistensi PPP serta makin mengaburkan niat dan konsensus bersama untuk melakukan islah. Parmusi menilai tindakan Djan Farid justru dapat memperluas ruang kehancuran PPP.

“Atas dasar itu, Parmusi tetap berupaya untuk menyelamatkan eksistensi PPP sebagai partai politik berasaskan Islam yang sudah menjadi aset umat, bangsa, dan negara. Karena itu Parmusi mengimbau agar seluruh kader PPP dari unsur manapun hendaknya fokus pada satu pilihan. Mari satukan PPP, Insya Allah PPP bersatu,” kata Usamah.

Selain Usamah Hisyam, pada jumpa pers tersebut hadir juga sejumlah pengurus Parmusi yang juga merupakan para politisi PPP. Mereka diantaranya Irgan Chairul Mahfidz, Reni Marlinawati, Mansyur Kardi, Lena Maryana Mukti, Ngudi Astuti, Syafa Illiyin, Juffa Shadik, dan Hendra Dinata.

Pada siaran pers yang diterima wartawan, Parmusi mendesak kepengurusan PPP Muktamar VII Bandung untuk segera menyusun dan mengumumkan kepanitiaan serta jadwal Muktamar VIII sebagai ajang islah seutuhnya, sekaligus mendeklarasikan islah kepengurusan PPP hasil Muktamar VII Bandung secepatnya agar PPP dapat mengikuti perhelatan politik nasional. (Fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.