Rabu, 1 Februari 23

Parmusi dan Walikota Aceh Buka Puasa dengan Pengungsi Rohingya

Parmusi dan Walikota Aceh Buka Puasa dengan Pengungsi Rohingya
* Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal bersama Parmusi buka puasa dengan pengungsi Rohingya di Aceh, Kamis (18/6).

Aceh, Obsessionnews – Ketua Umum PP Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) Usamah Hisyam bersama jajaran pengurus Pusat dan Aceh menyelenggarakan buka puasa bersama pengungsi Rohingya di lokasi pengungsian Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (18/6/2015).

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal ikut berbaur dengan para pengungsi di barak penampungan. Sebelum acara berbuka puasa tiba, Illiza melantunkan shalawat badar yang disuarakan secara bersama-sama dengan para pengungsi. (Tonton video PSA Parmusi Rohingya di https://www.youtube.com/watch?v=zJgVXnHsKOo)

Wali Kota perempuan itu pun menyampaikan tausiyah kepada para pengungsi di bawah tenda khusus untuk acara berbuka puasa bersama selama Ramadhan. Sebelum berbuka bersama, Illiza Sa’aduddin Djamal sempat menghibur pengungsi Rohingya dengan lantunan zikir dan syair-syair Islami.

“Hasbi rabbi jalallah ma fi qalbi ghairullah, ‘alal hadi shalallah, laa ila ha ilallah,” ucap Illiza yang diikuti oleh para pegungsi Rohingya. Kemudian, dilanjutkan Illiza dengan mengucapkan syahadat dan zikir bersama para pengungsi.

Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal dan Ketua Umum PP Parmusi Usamah Hisyam di pengungsian Rohingya di Aceh, Kamis (18/6).
Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal dan Ketua Umum PP Parmusi Usamah Hisyam di pengungsian Rohingya di Aceh, Kamis (18/6).

Menurut Illiza, zikir, dan syair-syair Islami menjadi salah satu cara terhubung dengan muslim Rohingya yang sebagian besar tidak bisa berbahasa Indonesia atau pun Inggris. Kesamaan agama yang dianut membuat muslim Rohingya dengan mudah dapat mengikuti dan mengerti apa yang disampaikan wali kota perempuan pertama di Aceh itu.

Ia menjelaskan, kedatangannya ke lokasi pengungsian untuk memberi semangat dan motivasi bagi para pengungsi muslim Rohingya agar tidak patah semangat dan terus mengenyam pendidikan Alquran. “Kami harap mereka punya semangat dan bisa membaca Alquran. Kuasai Alquran, mereka akan kuasai dunia,” tutur Walikota Aceh.

Illiza juga membawa bantuan uang Rp200 juta dari hasil sumbangan pegawai dan masyarakat Banda Aceh untuk diserahkan kepada muslim Rohingya melalui Parmusi.

Parmusi di Aceh 10

Pada kesempatan itu pula, Parmusi membuka pesantren Ramadhan atau pesantren kilat untuk para pengungsi Rohingya di Aceh. Selama tinggal di Aceh, para pengungsi akan melakukan kegiatan belajar di madrasah pesantren Ramadhan yang didirikan Parmusi.

“Mereka (Rohingya), akan belajar bahasa Inggris, bahasa Indonesia, hafiz Alquran, dan segala hal yang menyangkut tentang kebudayaan Aceh atau muatan lokal,” tandas Ketua Umum PP Parmusi, Usamah Hisyam.

Usamah menjelaskan, pesantren Ramadhan nantinya akan diasuh relawan guru yang didatangkan dari Jakarta sebanyak 20 orang dan dibantu relawan di daerah sebanyak 40 orang. Aktivitas belajar-mengajar akan memanfaatkan tenda khusus relawan Parmusi di lokasi itu.

Selain mengadakan pesantren Ramadhan, Parmusi juga memberikan kontribusi makanan berbuka puasa kepada pengungsi Rohingya. Parmusi menyiapkan 10 kuali untuk memasak bubur kanji rumbi setiap hari selama Ramadhan di tiga titik pengungsian, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Langsa.

Usamah mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang ikut membantu menyumbang untuk pengungsi Rohingya melalui Parmusi. Hingga hari ini, Parmusi sudah menyalurkan bantuan sekitar Rp1,1 miliar untuk membantu muslim Rohingya.

Ketua Umum PP Parmusi Usamah Hisyam sedang berbuka puasa dengan para pengungsi Rohingya di Aceh, Kamis (18/6).
Ketua Umum PP Parmusi Usamah Hisyam sedang berbuka puasa dengan para pengungsi Rohingya di Aceh, Kamis (18/6).

Pesantren Ramadhan
Ketua Umum PP Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam memenuhi janjinya untuk kembali ke Aceh dalam rangka membantu para pengungsi Rohingya. Kali ini, Usamah langsung membuka pesantren Ramadhan dan menyediakan kebutuhan sahur dan buka puasa bagi warga Rohingya.

“Pesantren Parmusi ini lebih ke arah membentengi aqidah para pengungsi supaya keimanan mereka semakin tebal, semakin yakin bahwa dibalik itu akan ada berkah,” ujar Usamah, Kamis (18/6/2015) malam.

Pesanteran Ramadhan di bangun di sebuah lokasi di Aceh Utara. Parmusi membuka tenda sebagai tempat untuk mengajarkan anak-anak pengungsi tentang ilmu agama, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia serta mengenalkan mereka tentang kearifan lokal.

“Mereka luar biasa, saya berikan sambutan mereka bangga, mereka terharu terhadap Parmusi yang benar-benar memberikan bantuan yang tulus selama ada di sini,” katanya.

Dalam kesempatan kunjungan tersebut Usamah juga menggelar acara buka puasa bersama dengan 400 warga Rohingya. Perhatian Parmusi terhadap warga Rohingya karena keteguhan mereka mempertahankan agama islam hingga mereka harus rela meninggalkan negaranya dan mencari tempat perlindungan di Aceh.

“Kita memastikan, Parmusi sebagai representatif dari persaudaraan muslimin, kaum muslimin Indonesia memberikan atensi kepada mereka sehingga mereka tidak perlu merasa putus asah,” papar mantan anggota Komisi I DPR RI ini.

Sebelumnya pada akhir Mei lalu, Usamah membawa romongan Parmusi mengunjungi lima titik pengungsian. Bantuan pun diberikan berupa logistik, buku pelajaran, alquran dan juga obat-obatan. Parmusi mengajak rasa solidaritas dari sesama muslim untuk membantu warga Rohingya yang sedang kesusahan. (Ars)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.