Jumat, 12 Agustus 22

Parkir Sembarangan di Pandanaran, Siap-Siap Kena Sanksi Petugas

Parkir Sembarangan di Pandanaran, Siap-Siap Kena Sanksi Petugas

Semarang, Obsessionnews – Dibangunnya tol Cipali dan Pejagan tentu mempermudah pengunjung dari luar provinsi untuk mengunjungi kota-kota di Jawa Tengah. Begitu pula dengan kota Semarang, yang terkenal dengan pusat oleh-oleh di daerah Jalan Pandanaran, seringkali menjadi destinasi favorit saat musim lebaran.

Akan tetapi ada beberapa polemik tahunan yang timbul di wilayah tersebut, salah satunya adalah lahan parkir. Memang, tiap tahun, apalagi saat Idul Fitri, banyak pengunjung yang parkir dipinggir jalan Pandanaran untuk membeli oleh-oleh. Padahal, ruas jalan itu hanya selebar 15 sampai 20 meter.

Guna antisipasi, selama musim Lebaran, Dinas Perhubungan Telekomunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Semarang melarang siapa pun memarkir kendaraannya di sepanjang Jalan Pandanaran.

“Kita sudah mempunyai program yang sudah dijalankan, untuk di jalan Pandanaran dilarang parkir,” ujar Kepala Dishubkominfo Kota Semarang, Agus Harmunanto saat disambangi obsessionnews.com, Jum’at (10/7/2015).

Program tersebut sudah berjalan selama satu minggu dan dinilai sukses membersihkan area dari kendaraan yang parkir.

Dia menegaskan tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas berupa penggembosan ban bagi pengunjung yang tidak mengindahkan larangan itu. “Kalau masih bandel, kita bersama kepolisian memberikan sanksi penggembosan, namun sebelumnya kita sudah berikan upaya preventif berupa sosialisasi pada mereka,” terangnya.

Meski begitu, pihaknya tetap memfasilitasi masyarakat yang ingin mengunjungi lokasi buah tangan di kota Semarang dengan memberikan lahan parkir di Jalan Pekunden dan Museum Mandala Bakti.

Terlebih, di lebaran tahun 2015 ini, wisatawan dimanjakan dengan pelayanan shuttle bus yang beroperasi secara gratis dari kantung parkir menuju Pandanaran. Dishubkominfo menyiapkan sebanyak 4 armada shuttle bus yang siap beroperasi sepanjang hari.

“Jadi parkir sana, nanti pengunjung bisa memanfaatkan fasilitas shuttle bus secara cuma-cuma, kita antar ke pusat oleh-oleh,” tutur pria berkaca mata itu.

Program larangan parkir di Pandanaran sejatinya dibuat karena banyak wisatawan yang parkir sembarangan hingga menutup jalan. Dari situ, timbul kemacetan dan berdampak pada lalu lintas kota Semarang. Apalagi dengan momen lebaran, membludaknya turis hampir dapat dipastikan bakal memenuhi wilayah itu.

Agus berharap para pengunjung dapat memaklumi kebijakan pemerintah sebab demi kepentingan bersama. “Tentunya kita mengharap pengunjung memaklumi karena pemakai jalan tidak hanya satu dua orang, maka kita himbau pembeli supaya parkir di tempat yang telah disediakan,” tandasnya. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.