Minggu, 5 Februari 23

Para Korban Kasus Penipuan First Travel Lega, Uang Tak Dirampas untuk Negara

Para Korban Kasus Penipuan First Travel Lega, Uang Tak Dirampas untuk Negara
* Pitra Romadoni Nasution SH MH, Tim Pengacara Korban First Travel.

Obsessionnews.com – Masih ingat kasus penipuan jemaah umrah yang dilakukan biro perjalanan First Travel pada tahun 2017? Kasus ini heboh karena pemilik travel itu menggelapkan uang 63.310 calon jemaah umrah dengan total kerugian mencapai Rp 905 miliar. Hampir lima tahun perjalanan kasus ini akhirnya korban First Travel bisa bernafas lega setelah keluar Petikan Putusan Mahkamah Agung RI yang menyatakan bahwa barang bukti berupa uang yang sudah disetor jemaah kepada biro perjalanan itu bisa dikembalikan kepada yang berhak (korban), dan bukan disita untuk dirampas negara.

 

Baca juga: 

Bos First Travel Dijatuhi Hukuman 20 Tahun dan 18 Tahun Penjara

Syahrini Tak Terima Uang dari First Travel

Bos First Travel Diduga Terjerat TPPU

 

Pitra Romadoni Nasution, SH.MH selaku penasihat hukum korban First Travel, menyampaikan rasa terima kasih kepada Mahkamah Agung RI dan sangat menghormati. Karena memang, kata Pitra, korban First Travel hanya menginginkan uangnya dikembalikan dan tidak menuntut lebih yang bukan haknya.

“Dikarenakan Petikan Putusan PK telah diterima Kejari Depok, untuk itu kami meminta agar Kejaksaan Negeri Depok segera mendata nama-nama korban yang berhak menerima ganti rugi tersebut selaku eksekutor putusan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht). Agar tidak terjadinya konflik, tentunya pengembalian kerugian para korban tersebut akan dibuktikan dengan bukti refund dari First Travel atau bukti lainnya yang dilakukan secara bertahap,” kata Pitra dalam siaran pers di grup media sosial, Selasa (10/1/20223.

Halnotu menegaskan, bahwa para korban tidak ingin mempersulit pemerintah atas peristiwa pidana yang dilakukan oleh bos travel, akan tetapi jika pemerintah memberikan kebijaksanaan atas kasus tersebut dengan memberangkatkan umrah para korban, dengan senang hati para korban juga menyambut baik hal tersebut.

Untuk itu dalam waktu dekat Tim Penasihat Hukum Korban First Travel akan mengajukan data-data nama-nama korban yang berhak menerima ganti rugi kepada Kejari Depok, untuk ditindak anjuti agar dieksekusi segera dilakukan. (rud)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.