Sabtu, 24 Oktober 20

Pantau dan Data Wisatawan, DIY Kembangkan Aplikasi Jogja Pass

Pantau dan Data Wisatawan, DIY Kembangkan Aplikasi Jogja Pass
* Dialog pariwisata di Media Center, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (26/7/2020). (Foto: covid19.go.id)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang mengakibatkan perekonomian Indonesia terpuruk.

 

Baca juga: 

Apa yang Harus Dilakukan Jika Anda Tertular Virus Corona? 

Di Masa Pandemi Covid-19, Pelaku Industri Perlu Perhatikan Lima Langkah Strategis Ini

Indonesia dan Australia Bicarakan Potensi Kerja Sama Pariwisata di Era Kebiasaan Baru

 

Sektor pariwisata merupakan sektor yang dinilai paling parah terdampak pada masa pandemi Covid-19. Hampir di seluruh wilayah tanah air, industri pariwisata mengalami penurunan jumlah pengunjung secara drastis. Tak terkecuali daerah tujuan wisata budaya dan sejarah seperti Yogyakarta.

Memasuki periode ketiga masa tanggap darurat, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) secara bertahap melakukan upaya untuk mendorong pariwisata di daerahnya kembali tumbuh demi menekan dampak ekonomi yang berkepanjangan.

Namun demikian Ketua Satuan Tugas DIY Biwara Yuswantana
menegaskan, pihaknya tidak lantas terburu-buru membuka pariwisata tanpa kalkulasi dan persiapan yang matang.

Biwara mengatakan, Pemerintah DIY saat ini masih dalam tahap uji coba dan melakukan berbagai simulasi guna memastikan kesiapan lokasi-lokasi wisata, termasuk hotel, rumah makan, tempat perbelanjaan dan sarana pendukung lainnya. Terdapat tim verifikasi dan bidang penegakan hukum yang bertugas untuk menilai sejauh mana kesiapan perangkat-perangkat pendukung khususnya dalam hal penerapan protokol kesehatan.

“Ada tim verifikasi, dan ada bidang penegakan hukum, itu melakukan verifikasi ke hotel-hotel, ke objek-objek untuk menilai, mengevaluasi, sejauh mana kesiapan dari perangkat-perangkat yang diperlukan untuk penerapan protokol kesehatan,” jelas Biwara saat berdialog di Media Center, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (26/7/2020).

Ia menambahkan, edukasi dan sosialisasi pada masyarakat khususnya pelaku usaha di sektor pariwisata gencar dilakukan. Dengan memanfaatkan media luar ruang, media televisi dan media sosial, pemerintah daerah berupaya agar masyarakat sudah dapat beradaptasi dengan kebiasaan baru saat nanti industri pariwisata mulai beroperasi kembali.

Tak hanya itu, Pemerintah DIY juga tengah mengembangkan aplikasi Jogja Pass. Aplikasi ini dapat memantau dan mendata wisatawan yang masuk ke lokasi wisata secara sistematis dan menyesuaikan dengan kapasitas lokasi wisata yang ingin dikunjungi.

“Kalau sudah misalnya 50 persen (kapasitasnya), nanti akan ditutup gitu. Karena sudah terdata secara sistematis,” terang Biwara. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.