Sabtu, 25 Januari 20

Pantaskah Rakyat Indonesia Dipaksa Berhenti BBM?

Pantaskah Rakyat Indonesia Dipaksa Berhenti BBM?

Jakarta – Sebagai negara produsen sumber-sumber energi primer yang besar, Indonesia ternyata bukan merupakan negara konsumen energi yang tinggi. Perkembangan industrialsiasi yang lamban dan bahkan mengarah pada de industrialisasi merupakan salah satu factor yang menyebabkan konsumsi energi Indonesia masih sangat rendah.

Hingga saat ini Indonesia berada pada urutan 142 dalam konsumsi miyak per kapita. Konsumsi energi minyak Singapura 39 kali lebih besar dari Indonesia. Konsumsi minyak perkapita AS 12 kali lebih besar, konsumsi minyak perkapita Malaysia 4 kali lebih besar dibandingkan Indonesia.

Dalam hal konsumsi listrik, Indonesia berada pada urutan 152 konsumsi listrik per kapita. Jika dibandingkan dengan AS, konsumsi listrik perkapita di AS yang mencapai 23 kali lebih besar, konsumsi listrik di Korea 18 kali lebih besar dan Singapura mengkonsumsi listrik per kapita 15 kali lebih besar. Demikian pula halnya dengan konsumsi listrik perkapita Malaysia 6 kali lebih besar dibandingkan Indonesia.

“Di Indonesia masih banyak daerah-daerah terpencil yang sama sekali belum memperoleh akses terhadap energi listrik,” ungkap pengamat ekonomi dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng yang juga Peneliti senior The Institute for Global Justice (IGJ), sebagaimana disampaikan kepada Obsession News, Senin (18/8/2014)

Sebagai negara eksportir gar terbesar di dunia, lanjutnya, Indnesia berada pada urutan 78 dalam hal konsumsi gas perkapita. Konsumsi gas Indonesia 110 lebih kecil dibandingkan konsumsi gas perkapita Trinidad Tobago. AS mengkonsumsi gas perkapita 13 kali lebih besar. Singapura 10 kali lebih besar, dan konsumsi gas perkapita Malaysia 8 kali lebih besar dibandingkan Indonesia.

Demikian halnya dengan konsumsi energi batubara, menurut Daeng, meski sangat kaya akan batubara namun bukan merupakan negara dengan konsumsi batubara yang besar karena sebagian besar batubara dialokasikan untuk pasar ekspor. China mengkonsumsi batubara 22 kali lebih besar dibandingkan Indonesia. AS mengkonsumsi batubara 6 kali lebih besar dibandingkan Indonesia. Sedangkan India mengkonsumsi batubara 4 kali lebih besar dibandingkan Indonesia.

Padahal, jelas dia, tingkat komsumsi energi per kapita menentukan derajat kemakmuran masyarakat suatu negara. Anehnya, sumber energi yang besar  yang dimiliki Indonesia tidak digunakan untuk menopang perekonomian nasional dan mendukung kemakmuran rakyat namun digunakan untuk kemajuan bangsa lain dan hasil pengelolaannyalebih banyak dinikmati oleh pengusaha asing.

Tanpa berhemat, rakyat sudah kurus kering hingga tersisa tulang belulang! (Ars)

 

Related posts