Selasa, 29 September 20

Pantai G-Land Banyuwangi Miliki Harmonisasi Warna yang Mempesona

Pantai G-Land Banyuwangi Miliki Harmonisasi Warna yang Mempesona
* Pantai G-Land Banyuwangi memiliki harmonisasi warna yang indah dan mempesona. (Foto: Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.comG-Land atau yang biasa disebut Pantai Plengkung adalah salah satu destinasi favorit turis asing saat berkunjung ke Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim). Tak hanya itu, G-Land juga dianggap sebagai salah satu surga yang tersembunyi bagi para peselancar dunia.

Selain menjadi tempat favorit bagi para peselancar, Pantai G-Land Banyuwangi memiliki harmonisasi warna yang indah dan mempesona.

Baca juga: Pesona G-land Surga Tersembunyi Bagi Peselancar Dunia

Terdapat pasir pantai putih yang halus, hamparan laut biru yang luas, bebatuan karang dengan konfigurasi unik, serta pepohonan hijau. Perpaduan itu menjadikan G-Land pemandangan alam yang eksotis.

Pengunjung yang tidak bisa berselancar juga bisa melakukan berbagai aktivitas di laut seperti diving dan snorkeling.

Kegiatan menarik lainnya yang bisa dilakukan oleh pengunjung ialah tracking menggunakan sepeda ataupun berjalan kaki menyusuri pantai sambil menikmati pemandangan alam yang indah. Bahkan pengunjung juga bisa mengelilingi Taman Nasional Alas Purwo yang dikelilingi pepohonan yang menjulang tinggi.

Baca juga: Wishnutama Ajak Pelaku Parekraf Banyuwangi Terus Jalankan Protokol Kesehatan

G-Land juga memiliki banyak tempat foto yang bisa dijadikan sebagai objek foto menarik. Selain itu pengunjung bisa melihat satwa liar yang ada di Kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Mulai dari kera hingga rusa, hewan-hewan ini berkeliaran secara bebas.

Bagi pengunjung yang ingin menginap di G-Land, terdapat beberapa pilihan penginapan yang bisa disewa sesuai dengan fasilitas yang ditawarkan, diantaranya Bobby Surf Camp, Joyo’s Surf Camp, dan G-Land Jack’s Surf Camp.

Untuk menuju Pantai G-Land pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua. Jarak tempuh kurang lebih 50 kilometer dari pusat Kota Banyuwangi. Durasi perjalanan menuju G-Land memakan waktu sekitar 2,5 jam.

Baca juga: Kemenparekraf Ajak Warga Bunaken Selalu Terapkan Protokol Kesehatan

Selama perjalanan pengunjung disuguhkan dengan pemandangan alam yang menawan. Langit biru yang begitu cerah, sinar mentari yang menghangatkan, hamparan sawah hijau, serta gunung yang menjulang tinggi membuat siapapun yang melihat merasakan kesegarannya alam yang murni.

Memasuki Kawasan Taman Nasional Alas Purwo, pengunjung menyusuri hutan dengan pohon-pohon tinggi yang masih sangat asri, disambut kawanan kera juga berkeliaran di jalanan dan pepohonan, selain itu ada juga rusa yang berada di sekitar pantai. Meski tidak langsung kabur, namun kera dan rusa tetap menjaga jarak dengan manusia.

Baca juga: DPR Dukung Kemenparekraf dalam Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Salah satu warga asli Banyuwangi yang berada di Taman Nasional Alas Purwo, Wawan mengatakan ombak G-Land sangat digemari peselancar.

“Peselancar mancanegara mayoritas berasal dari Australia, Amerika, Inggris, dan Eropa,” ujar Wawan dalam keterangan tertulis kemenparekraf, Senin (3/8/2020).

Menurut Wawan, kegiatan surfing paling ramai pada Maret hingga Oktober setiap tahunnya. “Kalau tidak ada pandemi Covid-19, kejuaraan selancar dunia atau yang biasa disebut World Surfing League Championship Tour akan diselenggarakan di G-Land pada Juni lalu. Karena event ini memang yang paling ditunggu-tunggu oleh atlet surfing dunia,” kata Wawan.

Baca juga: Pulihkan Pariwisata, Kemenparekraf Ajak Masyarakat Tegal Ikut Gerakan BISA

Mengingat hal tersebut, Banyuwangi merupakan salah satu kota yang sukses dalam mengembangkan dan mengemas berbagai event di bidang pariwisata. Namun, sejak pandemi Covid-19 membuat berbagai macam event seperti WSL Championship Tour harus ditunda sampai situasi Covid-19 mereda.

Untuk memulihkan destinasi wisata di Banyuwangi, Pemerintah Kota Banyuwangi telah melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai protokol kesehatan yang berlaku di era adaptasi kebiasaan baru kepada seluruh para pelaku usaha pariwisata serta masyarakat. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.