Senin, 20 September 21

Pansel Tak Istimewakan Capim KPK dari Polri dan Kejaksaan

Pansel Tak Istimewakan Capim KPK dari Polri dan Kejaksaan

Jakarta, Obsessionnews – Panitia Seleksi (Pansel) pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta publik tidak menaruh khawatir yang berlebihan dengan calon dari unsur Kepolisian dan Kejaksaan. Pansel akan tetap melakukan seleksi dengan mengutamakan kompetensi, integritas dan independen.

“Saat ini kami melihat calon dari Kepolisian Kejaksaan maupun dari mana pun kami lihat orangnya, karakternya, kompetensinya. Kami lihat apakah mereka bisa independen atau tidak,” ujar juru bicara Pansel Betty S Alisjahbana saat dihubungi, Rabu (24/6/2015).

Betty mengatakan, selama calon memenuhi syarat yang dibutuhkan maka Pansel tidak akan mempermasalahkan dari lembaga mana calon tersebut berasal. Ia mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya baru menerima 9 orang calon dari institusi polri dan 3 dari kejaksaan dari total 330 pelamar.

“Saya pikir kalau kita bisa menemukan orang-orang yang memunuhi karakter misalnya integritasnya tinggi, punya kepemimpinan, menejerial dan independen dan memenuhi kompetensi yang dibutuhkan bagi pimpinan KPK maka tidak ada masalah,” terangnya.

Sebelumnya, Direktur Advokasi Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM) Oce Madril mengatakan, pimpinan KPK sebaiknya tidak berasal dari lembaga penegak hukum seperti Kepolisian RI dan Kejaksaan Agung. Ia menyatakan kekhawatiran KPK akan sulit memberantas mafia hukum yang berada di lembaga penegak hukum lainnya.

Menurut Oce, keberadaan anggota Polri dan Kejaksaan di level pimpinan KPK berpotensi mengurangi independensi KPK karena ada kekhawatiran akan mudah diintervensi, saat ada penanganan kasus yang melibatkan institusi asalnya.

Secara historis, kata dia, pembentukan KPK karena Polri dan Kejaksaan belum efektif dalam memberantas korupsi. Aturan dan undang-undang juga tidak ada yang mengharuskan pimpinan KPK memiliki keterwakilan dari lembaga penegak hukum lainnya.

“Kita tahu beberapa kasus besar berhubungan dengan lembaga penegak hukum. Ada kecendrungan mereka mudah diintervensi,” ungkap Oce. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.