Sabtu, 24 Oktober 20

Panja RUU Koperasi Pelajari Koperasi Hingga ke Prancis

Panja RUU Koperasi Pelajari Koperasi Hingga ke Prancis
* Delegasi Panja Komisi VI diketuai Bowo Sidik Pangarso bertemu dengan Rachel Blumel, Direktur Coop De-France. Turut mendampingi rombongan Panja Komisi VI, Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring.

Paris, Obsessionnews.com – Praktik berkoperasi di Prancis yang dinilai sangat baik menjadi bahan masukan bagi penyusunan RUU Perkoperasian di Indonesia. Saat ini, koperasi di Prancis berkembang dan berperan besar dalam pertumbuhan perekonomian negaranya.

Fakta tersebut diperoleh Panitia Kerja (Panja) Komisi VI DPR RI saat melakukan kunjungan kerja ke Paris, Prancis dalam rangka memperoleh informasi dalam pembahasan RUU Perkoperasian, bersama Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring.

Deputi Kelembagaan Kemenkop dan UKM Meliadi Sembiring mengemukakan banyak informasi yang diperoleh dalam kunjungannya ke Paris, Prancis. Dia mengakui Prancis menerapkan 7 prinsip ICA (International Co-operative Alliance) dalam UU koperasinya.

Meliadi menjelaskan Perancis menerapkan UU koperasi yang bersifat umum dan khusus. Setiap koperasi sektor memiliki UU tersendiri di samping UU bersifat umum.

Selain itu, diperoleh informasi aktivitas anggota koperasi di Prancis tidak dikenai pajak. Namun dengan syarat, anggota harus mengikuti aturan, jika terbukti tidak taat aturan dikenakan sanksi pajak.

“Pembebasan pajak bagi aktivitas anggota koperasi sebagai penghargaan karena meningkatkan perekonomian anggota. Saya kira hal ini bisa dipelajari sebagai bahan masukan untuk menyusun RUU Perkoperasian,” kata Meliadi melalui siaran pers, Selasa (21/11/2017).

Ketua delegasi Panja Komisi VI diketuai Bowo Sidik Pangarso, menjelaskan dalam UU Perkoperasian Nomor 25 Tahun 1992 yang berlaku saat ini sangat banyak yang perlu direvisi untuk kepentingan koperasi di tanah air.

Sedangkan, implementasi UU Perkoperasian Prancis telah membuktikan, peran anggota koperasi sangat besar untuk meningkatkan ekonomi negaranya karena dengan tumbuhnya koperasi maka anggota koperasi juga hidup sejahtera.

Dia mengatakan dalam pertemuan dengan Coop De-France diperoleh informasi bahwa di Prancis berkembang koperasi  sektor riil seperti sektor pertanian. Koperasi sektor ini, lanjut Bowo, mendapat perhatian khusus dengan adanya  pembinaan yang menyeluruh dari pemerintah Prancis. Di sana, koperasi sektor didukung oleh kementerian teknis.

“Ini sangat penting, koperasi sektor mendapat pembinaan dan pembiayaan dari kementerian teknis. Contohnya koperasi pertanian harus didukung oleh kementerian pertanian mulai dari pengadaan pupuk hingga pembelian hasil-hasil produk koperasi,” kata Bowo.

Kelebihannya lagi, anggota koperasi pertanian di Prancis sekaligus adalah pemilik lahan, bukan pekerja. Diharapkan ke depan pemerintah Indonesia juga memetakan koperasi yang berdasarkan kepemilikan lahan sehingga koperasi sektor riil juga tumbuh, tidak hanya koperasi simpan pinjam.

Coop De-France adalah perkumpulan dari 2.600 koperasi pertanian di Prancis. Coop De-France memiliki omzet 85,9 miliar Euro setara 40 persen omzet industry agri food di negara tersebut dengan lebih dari 165.000 orang tenaga kerja. Sebanyak 74 persen koperasi itu berada di pedesaan. Menurut data, tiga dari empat orang petani merupakan anggota dari minimal satu koperasi. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.