Rabu, 13 November 19

Panglima TNI Tinjau Simulasi Pengamanan Pelantikan Presiden dan Wapres di Monas

Panglima TNI Tinjau Simulasi Pengamanan Pelantikan Presiden dan Wapres di Monas
* Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau secara langsung simulasi pengamanan pengambilan sumpah dan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) RI  yang digelar di Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019). (Foto: Puspen TNI)

Jakarta, Obsessionnews.com – Sebanyak 30.000 personel gabungan TNI-Polri akan diterjunkan untuk mengamankan pengambilan sumpah dan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) RI pada Minggu 20 Oktober 2019. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, prajurit TNI melaksanakan simulasi pengamanan tersebut.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto didampingi Pangkostrad Letjen TNI Besar Harto Karyawan, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito,  Aslog Panglima TNI Marsda TNI  Kukuh Sudibyanto, Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono, dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi meninjau secara langsung simulasi yang digelar di Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019).

Siaran pers Puspen TNI yang diterima obsessionnews.com, Jumat, menyebutkan, sehari sebelumnya di tempat yang sama Panglima TNI telah memimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan Dalam Rangka Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI Tahun 2019.

“Pasukan yang ditugaskan dalam rangka mengamankan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI sebanyak 30 ribu personel,” katanya.

Ia menjelaskan, pengamanan mulai dilaksanakan Kamis (17/10), di mana pasukan yang terlibat sudah di insert ke wilayah-wilayah sesuai tanggung jawabnya.  Ring 1 dilaksanakan dan dibawah tanggung  jawab Paspampres, Ring 2 dibawah tanggung  jawab TNI dan Ring 3 dibawah tanggung jawab gabungan antara TNI, Polri dan unsur lainnya.

Panglima TNI juga mengatakan, objek yang akan diamankan di antaranya Presiden, Wakil Presiden dan keluarganya, tamu-tamu undangan baik luar negeri seperti kepala negara, kepala pemerintahan dan utusan khusus. Mulai dari saat kedatangan, di perjalanan sampai dengan tempat hotel maupun wisma, hingga sampai ke gedung DPR/MPR.

Untuk pengamanan sarana prasaran dan tempat-tempat perekonomian menjadi konsentrasi dengan perimeter yang sudah ditentukan.

“Beberapa titik kritis yang harus diperkuat di antaranya adalah gedung DPR/MPR, Istana Presiden, Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, PLN, Pertamina dan tempat-tempat lain yang dianggap perlu untuk diamankan, termasuk Glodok dan Jembatan Tiga,” kata Panglima TNI. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.