Jumat, 10 Juli 20

Panglima TNI Siap Usut Tuntas Kasus Helikopter AW-101

Panglima TNI Siap Usut Tuntas Kasus Helikopter AW-101
* Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Jakarta, Obsessionnews.com – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan siap membongkar tunas kasus korupsi Helikopter AW-101. Menurut Panglima TNI, sesuai perintah Presiden RI agar kasus pengadaan Helikopter AW-101 yang diperkirakan merugikan negara sebesar 200 M tersebut harus diusut sampai tuntas.

“Kalau Presiden memerintahkan kepada Panglima TNI, kepala jadi kaki pun harus saya lakukan untuk berhasil,” ujar Panglima TNI menjawab wartawan di ruang Balairung Kencana, Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Rabu malam (22/11/2017), usai memberi sambutan pada Munas XV Pepabri pada acara malam akrab Rapat Kerja Pusat (Rakerpus) dan Musyawarah Nasional (Munas) ke-15 Pepabri
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan sudah melakukan penyelidikan soal kasus tersebut. “Saya sudah mengambil langkah-langkah bersama Angkatan Udara untuk melakukan investigasi dan bersama KPK memeriksa saksi-saksi, dari informasi inilah kita kembangkan. TNI dan Polri mengadakan penyelidikan dan penyidikan serta memanggil mantan Kasau untuk diminta keterangan sebagai saksi dan sudah akan datang,” ungkapnya.

Dalam sambutannya di depan 300 peserta Munas Pepabri, Panglima TNI mengatakan, “Kami ingin jiwa dan semangat luhur yang melekat pada TNI dapat terus terjaga dan dirawat sepanjang masa. Sampai kapanpun TNI tidak pernah melupakan para pejuang dan senior yang telah memerdekakan dan mempertahankan bangsa ini.”

“Penegasan ini penting saya lakukan sebagai bentuk sikap seluruh prajurit TNI di samping juga wujud pewarisan nilai-nilai luhur sebagaimana diajarkan oleh para senior sekalian kepada para generasi penerus TNI,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI sekaligus mewakili seluruh prajurit TNI di seluruh tanah air menegaskan, sampai kapanpun TNI akan setia kepada NKRI dan menjunjung tinggi Sumpah Prajurit. “Bagi kami kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 adalah sendi utama yang melekat erat pada setiap jiwa dan raga prajurit TNI,” tandasnya.

Menjawab pertanyaan wartawan, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa dalam menghadapi tahun politik ke depan, netralitas TNI dan Polri sangat dibutuhkan. “Tidak ada kata lain, TNI dan Polri harus netral, sehingga bila terjadi perselisihan antara kelompok tertentu maka personel TNI dan Polri bisa menjadi penengah,” paparnya.

Terkait pembebasan sandera terhadap warga masyarakat di Tembagapura Papua, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa TNI memberikan apresiasi kepada semua pihak termasuk Polri yang telah melakukan berbagai langkah-langkah untuk menyelesaikan penyanderaan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB).

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan rasa bangga dan luar biasa kepada prajurit-prajurit TNI AD yang menjadi Juara Umum dengan prestasi tertinggi pada Lomba Tembak AARM ke-27 di Singapura dengan perolehan 31 medali Emas, 10 Perak dan 10 Perunggu serta memboyong 9 dari 15 Tropi yang diperebutkan. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.