Jumat, 29 Oktober 21

Panglima TNI di Depan Polri: “Jangan Sampai Kita Dijadikan Alat Politik”

Panglima TNI di Depan Polri: “Jangan Sampai Kita Dijadikan Alat Politik”

Semarang, Obsessionnews.com – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan pembekalan kepada peserta Apel Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) Polri bertema “Polri Yang Profesional Modern Terpercaya (Promoter) Dalam Rangka Mensukseskan Pemilu 2018” di Auditorium Ghraha Cendikia Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, Senin (9/10/2017).

 

Di depan pihak Polri tersebut, Panglima TNI mengutip pernyataan Presiden RI Joko Widodo yang mengatakan kekompakkan antara TNI dan Polri akan menciptakan stabilitas politik dan keamanan, tidak ada alternatif lain.

“Waspada dan jangan sampai kita dijadikan alat politik, seperti yang dikatakan Presiden RI bahwa politik TNI dan Polri adalah politik Negara, karena TNI dan Polri adalah tonggak penyangganya NKRI,” tandas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Dalam ceramahnya, Panglima TNI mengemukakan, dunia saat ini sedang mengalami krisis ekonomi dan akan berdampak pada depresi ekonomi yang akan mengakibatkan meningkatnya kejahatan, konflik dan kompetisi global disebabkan perkembangan penduduk dunia yang luar biasa, sementara itu energi dan pangan makin berkurang.

Ia menegaskan, ancaman nyata bangsa Indonesia adalah kompetisi global antar negara, salah satunya kompetisi antar manusia dalam bentuk migrasi lintas negara untuk mencari kehidupan yang lebih baik. “Ini menjadi suatu peringatan dan harus kita waspadai, karena Indonesia sebagai salah satu negara ekuator yang kaya akan sumber daya alam,” paparnya.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, konflik antar negara di seluruh dunia saat ini sejatinya dilatarbelakangi oleh perebutan energi dan pangan. “Ke depan, konflik di dunia akan bergeser ke daerah ekuator salah satunya Indonesia,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI mengutip pernyataan Presiden RI Bung Karno yang mengingatkan kita tentang kekayaan alam Indonesia akan membuat iri negara-negara lain di dunia, begitu juga Presiden Joko Widodo pada saat disumpah di Senayan dalam sambutannya mengatakan bahwa kaya akan sumber daya alam justru akan menjadi petaka.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan, kita harus waspada karena sebenarnya ini yang kita hadapi sekarang di Indonesia. Menurutnya, Indonesia begitu kuat maka diperebutkan dengan cara proxy war dan tidak dengan senjata, akan tetapi bagaimana menggunakan orang-orang di negara ini menjadi jajahan negara lain untuk menggerogoti negara sendiri.

Di sisi lain ceramahnya, Panglima TNI mengungkapkan, munculnya teori Hegemoni dimana berakhirnya Perang Dingin, maka kekuatan hanya satu dengan menerapkan aturan-aturan. Jadi kekuatan satu itu akan membuat semuanya diatur oleh satu kekuatan ekonomi. “Itulah yang dibuat di Indonesia, budaya-budaya kita mulai dikikis, mereka membuat pasar modern dengan menghilangkan pasar tradisional,” bebernya.

Panglima TNI mengatakan bahwa dalam kondisi ekonomi dunia yang sulit, Presiden RI Ir. Joko Widodo atau pemerintah telah memberikan langkah yang sangat tepat dengan membuat infrastruktur, jadi semua hasil bumi kita bisa bergerak dengan murah dan cepat. (Red)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.