Kamis, 9 Februari 23

Panas Suhu di India 50 Derajat Celsius, 1.100 Tewas

Panas Suhu di India 50 Derajat Celsius, 1.100 Tewas
* Kebanyakan korban adalah orang tua dan buruh yang tak bisa tinggal di dalam rumah karena harus keluar mencari nafkah. (bbc.co.uk)

Delhi – Gelombang panas yang melanda India tidak kunjung menunjukkan tanda-tanda mereda dan sekitar 1.100 orang telah meninggal dunia, menurut pejabat setempat.

Para dokter tidak diizinkan untuk mengambil cuti agar bisa terus menangani para korban yang terkena sengatan panas matahari dan mengalami dehidrasi.

Kebanyakan dari para korban adalah buruh miskin dan orang-orang tua.

Para korban menyatakan tak mampu menuruti anjuran pemerintah untuk tetap tinggal di dalam rumah, karena diam di rumah berarti mereka tak bisa mendapat penghasilan hari itu.

Suhu udara sedikit menurun di kawasan yang dilanda panas tertinggi yaitu di Andhra Pradesh dan Telangana, tetapi masih berada di atas 45 derajat celcius.

Awan mulai terbentuk di dua negara bagian itu dan petugas badan meteorologi menyatakan hujan deras karena musim angin kencang akan segera terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Gelombang panas ini terjadi di sebagian besar India termasuk daerah-daerah seperti Uttar Pradesh, Jharkhand, Orissa, Rajasthan dan ibu kota Delhi, dengan suhu udara mendekati 50 derajat celcius pekan lalu.

Rangkaian foto hawa panas di India1

Seorang pria di memanfaatkan pipa air di sebuah stasiun kereta api untuk mendinginkan tubuh.
Seorang pria di memanfaatkan pipa air di sebuah stasiun kereta api untuk mendinginkan tubuh. (bbc.co.uk)

Pemerintah India mengatakan jumlah korban tewas akibat gelombang panas yang melanda seluruh kawasan di negara tersebut, pada hari Selasa (26/05), telah mencapai 1.000 orang.

Di banyak kawasan suhu udara mencapai 50 derajat Celsius. Sebagian besar korban berasal dari negara-negara bagian di India selatan, seperti Andhra Pradesh dan Telangana.

Gelombang panas melanda kawasan India selatan sejak pertengahan April, namun hampir semua kematian terjadi pada satu pekan terakhir.

“Pemerintah negara bagian mengeluarkan imbauan melalui televisi dan media lain, meminta anggota masyarakat untuk tidak keluar rumah tanpa penutup kepala. Masyarakat juga diminta untuk selalu membawa air minum,” kata P Tulsi Rani, pejabat yang membidangi mitigasi bencana, seperti dikutip kantor berita AFP.

Pemerintah telah meminta sejumlah organisasi untuk mendirikan dan menyediakan pos-pos air, agar warga tidak mengalami dehidrasi.

Suhu udara yang tinggi diperkirakan akan berlanjut hingga akhir bulan. (goal.com)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.