Selasa, 28 September 21

PAN Siapkan Diri Masuk Dalam Kabinet Kerja Jokowi

PAN Siapkan Diri Masuk Dalam Kabinet Kerja Jokowi

Jakarta, Obsessionnews – Isu perombakan kabinet atau reshuffle semakin senter terdengar di kancah publik. Hal ini membuat partai politik sibuk mempersiapkan strategi untuk menyambut reshuffle yang akan dilakukan Presiden Joko Widodo  (Jokowi), termasuk salah satunya adalah Partai Amanat Nasional (PAN).

Meski tidak masuk dalam koalisi partai pendukung pemerintah, PAN diam-diam tidak menolak jika ada tawaran dari Presiden untuk menempatkan kader terbaiknya menjadi menteri. Bahkan, untuk mengantisipasi kemungkinan itu, PAN sudah kerap ‎melakukan rapat kordinasi di internal.

“Kalau ada tawaran, kami sudah ada mekanisme yang ada apakah itu lewat rapat harian atau melalui pleno DPP PAN atau kami ajak pengurus provinsi untuk menanggapi, apabila ada ajakan Bapak Presiden,” ujar Ketua DPP PAN Yandri Susanto di Jakarta, Sabtu (27/6/2015).

Memang, sampai saat ini belum ada pembicaraan resmi dari Presiden Jokowi untuk mengajak PAN masuk dalam kabinet. Namun, Yandri menyatakan bila diminta PAN siap menyumbangkan kadernya untuk membantu Presiden. PAN, kata dia, juga tidak mau memilih untuk ditempat di pos mana. Ia serahkan semua sepenuhnya kepada Presiden.

‎”Kalau nanti suatu saat diajak, maka ada forum resmi di partai. Kami juga memiliki sumber daya di semua lini, mulai dari bidang ekonomi, polhukam, di struktur kabinet yang ada sebenarnya PAN punya SDM yang mumpuni,” ucap dia.

PAN sendiri, lanjut Yandri, sangat mendukung adanya perombakan kabinet. Berdasarkan pengamatannya, kinerja menteri di sektor ekonomi, politik, hukum dan keamanan dinilai tidak memuaskan. Kondisi rupiah semakin melemah, kebutuhan pokok banyak yang naik. Situasi politik dan keamanan nasional juga semakin gaduh.

‎”PAN mendesak harus ada reshuffle, kalau tidak ada reshuffle republik ini akan seperti ini terus,” jelasnya.

Partai besutan Amien Rais ini masih tercatat sebagai anggota Koalisi Merah Putih (KMP). Namun, Yandri menganggap kondisi KMP sudah tidak relevan lagi untuk terus menjadi kelompok yang selalu mengkritisi kebijakan pemerintah. Bahkan, di DPR tidak ada lagi pemisah antara KMP dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

“Liat saja kemarin PKB sama PAN gabung, sekarang tidak ada lagi pemisah,” tandasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.