Minggu, 23 Januari 22

PAN Berencana Ajukan Calon Baru Lawan Risma

PAN Berencana Ajukan Calon Baru Lawan Risma

Jakarta, Obsessionnews – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan berencana mengajukan calon Wakil Wali Kota Surabaya yang baru untuk berpasangan dengan Dhimam Abror agar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di kota Surabaya tidak undur 2017 karena adanya calon tunggal.

Dhimam Abror sebelumnya berpasangan dengan Haries Purwoko, yang ingin melawan pasangan incumbent Tri Rismaharini dan Wisnu Sakti Buana sebagai calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya. Namun, pada saat melakukan pendaftaran di KPU Haries Purwoko tiba-tiba kabur. Risma Wisnu akhirnya tetap menjadi calon tunggal.

“Kita akan perbaiki Pilkada di Surabaya, dengan mengajukan calon yang baru, jangan sampai Pilkada diundur karena akan merugikan warga Surabaya,” ujar Zulkifli di DPR, Kamis (6/8/2015).

Zul menyadari memang susah mencari figur yang cocok untuk melawan Risma. Sebab, tidak bisa dipungkiri Risma Wisnu adalah pasangan yang kuat, yang sudah berhasil memikat hati warga Surabaya. Bahkan, rakyat sangat berharap Risma terpilih kembali sebagai Wali Kota Surabaya.

“Makanya sayang, kalau orang sebagus dan sebaik Risma, gagal mengikuti Pilkada, karena tidak ada pesaingnya,” tuturnya.

Menurut Zul, tidak perlu Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Pilkada, untuk mengatur calon tunggal yang ada di tujuh daerah. Ia mengaku, akan berbicara lagi dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo untu‎k membahas Pilkada Surabaya.

Selain itu, Ketua MPR ini berharap rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mengundur masa pendaftaran calon kepala daerah selama tujuh hari kedepan, bisa diterima oleh Komisi Pemilihan Umum. Sebab, perpanjangan itu akan memudahkan bagi Parpol untuk mengusung calon kepala daerah.

Diketahui, sebelumnya pasangan Abror dan Haries diusung oleh Koalisi Majapahit yang terdiri dari Partai Demokrat, PKB, Golkar, PAN, Gerindra dan PKS. Sedangkan pasangan Risma dan Wisnu diusung oleh PDI Perjuangan.

Namun, dalam perjalanya koalisi Majapahit Pecah, Abror dan Haries hanya mendapat rekomendasi dari PAN dan Demokrat. Sedangkan, pengurus DPP PKB, Golkar, Gerindra dan PKS tidak memberikan rekomendasi, sehingga mereka para pengurus yang di daerah tidak bisa berbuat apa-apa. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.