Selasa, 29 September 20

Pamer Kekayaan, Pengacara Novanto Dikritik

Pamer Kekayaan, Pengacara Novanto Dikritik
* Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi. (Foto: KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua DPR yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Setya Novanto menunjuk Fredrich Yunadi untuk menangani kasusnya dalam dugaan korupsi proyek e-KTP. Sejak menangani kasus ini, nama Fredrich mendadak populer.

Di kala popularitasnya melejit, pengacara ini tanpa malu-malu mengungkapkan kekayaannya dan gaya hidupnya yang mewah.

“Saya suka mewah. Saya kalau ke luar negeri, sekali pergi itu minimum saya spend Rp 3 miliar, Rp 5 miliar. Sekarang tas Hermes yang harganya Rp 1 Miliar juga saya beli,” ujar Fredrich seperti ditayangkan dalam akun YouTube Najwa Shihab, Jumat (24/11/2017).

Pernyataan Fredich itu mendapat kritikan dari Peneliti Senior pada Pusat Penelitian Politik (P2P) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris. Syamsuddin mengatakan, sebaiknya Fredich tidak usah memamerkan kekayaannya di negeri kita yang sebagian rakyatnya masih hidup susah.

Syamsuddin Haris
Peneliti Senior pada Pusat Penelitian Politik (P2P) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris.

“Mbok ya gak usah pamer2 kekayaan di negeri kita yg sebagian rakyat masih hidup susah,” tulis Syamsuddin di akun Twitternya, @sy_haris, Sabtu (25/11). (arh)

Baca Juga:

Muchtar: Pengganti Novanto, Pendukung Rezim Jokowi

Publik Sudah Muak pada Setya Novanto

Jika Jadi Ketum Golkar, Airlangga Harus Mundur dari Kabinet!

Setya Novanto For President

KPK Tegaskan Punya Bukti Kuat Novanto Terlibat Kasus e-KTP

Wapres JK Minta Golkar Gelar Munaslub Gantikan Novanto

Kasus Novanto Episode Terburuk dalam Sejarah Golkar

Politisi Golkar Tuntut Novanto Mundur Sebagai Ketua DPR

Peneliti NSEAS: Novanto Tersangka, Golkar Tidak Akan Menjauh dari Jokowi

Setya Novanto Gandeng Pengacara Kondang Otto Hasibuan

Novanto Resmi Huni Rutan KPK

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.