Kamis, 23 Januari 20

Palwoto Ungkap Strategi Kembangkan TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko

Palwoto Ungkap Strategi Kembangkan TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko
* Palwoto, Direktur Keuangan, SDM & Investasi PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko. (Foto: Sutanto/Men’s Obsession)

“Hidup itu butuh keseimbangan antara urusan duniawi dan ukhrowi, karenanya tidak boleh ada yang timpang.”

 

SEPENGGAL kalimat indah ini diungkapkan oleh sosok pria bernama Palwoto. Direktur Keuangan, SDM & Investasi PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko ini percaya sepenuh hati kerja keras tidak akan membohongi hasil.

Namun, doa kepada Yang Maha Kuasa juga tidak boleh ditinggalkan karena tanpa ada izin-Nya belum tentu kinerja seseorang itu berhasil. Untuk itu Palwoto merasa hidup ini butuh keseimbangan.

Pria yang bernama singkat ini lahir di Cilacap, Jawa Tengah, 12 Maret 1970 ini lulusan Fakultas Ekonomi UGM dan Magister Akuntansi Universitas Indonesia yang cukup lama menekuni karier sebagai auditor di perbankan milik pemerintah, yakni PT Bank Tabungan Negara (BTN).

Selama 21 tahun di BTN hampir 16 tahun bekerja sebagai auditor yang dimulai dari staf hingga menjadi kepala audit internal, sebelum pada tahun 2017 mengakhiri karirnya di bank yang dulunya bernama Bank Tabungan Pos itu menjadi Kepala Credit Risk. Dari pengalamannya itu, Palwoto mencoba untuk berkarier di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain dengan mengikuti berbagai tahapan seleksi, dan akhirnya ia sukses ditetapkan sebagai Direktur Keuangan di TWC pada 2017 lalu.

Kenapa pilihannya kepada pariwisata, Palwoto ingin merasakan sesuatu yang berbeda dari perusahaan yang digeluti sebelumnya, meski pekerjaannya saat ini juga tidak lepas dari persoalan ekonomi dan akuntansi. Hanya saja, pariwisata memiliki keunikan yang lain.

“Kenapa jatuhnya ke pariwisata? Karena saya melihat potensi wisata Indonesia ke depan sesungguhnya sangat besar. Dari sisi bentangan alamnya, budaya, karya seni, dan kultur keberagaman masyarakatnya, serta dari kuliner. Semua banyak, ada di Indonesia. Karena itu, Presiden Jokowi menekankan sektor pariwisata masuk menjadi program prioritas dan diharapkan bisa menjadi penyumbang devisa terbesar negara,” ujar Palwoto saat ditemui Men’s Obsession di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.