Selasa, 7 Desember 21

Palsukan Kematian Demi Asuransi, Terancam Penjara 10 Tahun

Palsukan Kematian Demi Asuransi, Terancam Penjara 10 Tahun
* Hiannick Kamba. (Goal.com)

Seorang mantan pesepak bola Jerman  menghadapi hukuman sepuluh tahun penjara setelah diduga memalsukan kematiannya sendiri.

Mantan bek Schalke, Hiannick Kamba itu menjalani tuntutan hukum, setelah dituduh berpura-pura mati agar mantan istrinya bisa mendapatkan pembayaran asuransi jutaan dolar.

Kamba dan mantan istrinya diduga bersekongkol memalsukan berita kematian dirinya agar bisa mencairkan dana asuransi jiwa.

Pada 2016, ketika bermain untuk klub divisi bawah Jerman, VfB Huls, dilaporkan bahwa Kamba meninggal dunia secara tragis dalam kecelakaan mobil di negara asalnya, Kongo.

Waktu itu, berbagai bentuk penghormatan datang membanjiri bintang sepakbola dengan fans juga tak lupa untuk mengirim pesan dukungan kepada keluarganya.

Tapi empat tahun kemudian, Kamba secara ajaib muncul kembali di Jerman, hidup dan dalam kondisi sehat.

Investigasi atas urutan kejadian yang aneh lantas diluncurkan, dengan jaksa cepat menemukan bahwa mantan istri Kamba, Christina, diduga mengklaim pencairan asuransi enam digit berdasarkan berita kematian sang pemain.

Mantan pasangan hidup Kamba mengklaim bahwa telah memenuhi syarat untuk mencairkan dana asuransi jiwa, dengan menunjukkan dokumen kematiannya yang diberikan kepada perusahaan asuransi.

“Terdakwa muncul di Kedutaan Besar Jerman di Kinshasa dua tahun kemudian, mengklaim bahwa telah diculik,” kata juru bicara pengadilan Essen, Thomas Kliegel kepada media Jerman.

Sekarang, 12 bulan setelah diketahui masih hidup di kota Gelsenkirchen, Jerman, Kamba dan Christina harus menghadapi tuntutan hukum pengadilan.

Jika mantan pesepakbola yang berganti profesi sebagai teknisi kimia itu dinyatakan bersalah terkait kasus penipuan, ia bisa dijatuhi hukuman penjara 10 tahun.

Dortmund and Schalke coaches embracing derby passion
Pengacara Christina, Michael Wolff, bersikeras bahwa kliennya tidak bersalah dan sama sekali tidak mengetahui kasus penipuan tersebut.

“Kami yakin bahwa pada akhir persidangan, jaksa dan pengadilan akan yakin bahwa klien saya tidak bersalah,” kata Wolff.

“Uang itu [asuransi] masih ada, dan sejah saat itu telah disita. Uang itu telah diinvestasikan ke bentuk rumah dan dimasukkan ke dalam rekening.” (Goal.com/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.