Minggu, 25 September 22

Paket Kebijakan Ekonomi Jadikan Sarang Mafia

Paket Kebijakan Ekonomi Jadikan Sarang Mafia

Jakarta, Obsessionnews – Paket kebijakan ekonomi I, II dan III yang dikeluarkan pemerintah yang mestinya menjadi syarat keharusan (necessary condition) masih belum cukup (unsulffiecent condition) untuk meningkatkan sector riil, daya saing industri dan kesejahteraan rakyat, terutama sekali yang rentan adalah rakyat miskin, dimana lebih dari 50 % penduduk dengan pengeluaran 2 US $ per hari. Ekonomi berbiaya tinggi ini akibat adanya para pemburu rente.

“Kebijakan ekonomi yang belum menyentuh akar persoalan, dikarenakan sturuktur ekonomi telah terperangakap oleh para pemburu rente (mafia-mafia, pangan, impor dan lainnya, perusahaan yang menikmati monopoli/oligpoli/monopsoni/oligopsoni, bahkan kartel) yang menciptakan ekonomi biaya tinggi,” ujar Peneliti dan Ekonom Senior Universitas Pertanian Bogor (IPB) Prof Didin S Damanhuri dalam diskusi bulanan yang diselenggarakan ‘Aliansi Kebangsaan’  di Residence Sultan, Jakarta, Jumat (9/10/2015).

Didin Damanhuri menjelaskan, dengan keadaan tersebut, maka problem external (ketidakpastian tingkat bunga AS dengan tuffering off-nya berjalan terus serta pelemahan ekonomi china) yang telah menimbulkan depresiasi kurs rupiah terhadap US $ terburuk sejak 1998, dan sangat sulit terkendali serta makin menyulitkan pemerintah untuk melindungi 50 % penduduknya itu dari ancaman kemerosotan daya beli dan kesejahteraannya.

Selain itu, lanjut Didin, hal ini juga akan menjauhkan target untuk mengurangi ketergantungan impor, baik barang-barang modal untuk industry maupun barang-barang kebutuhan pokok rakyat.

Terlihat hadir dalam diskusi ini pendiri Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo dan para cendikiawan yang tergabung juga di Aliansi Kebangsaan Yudi Latif, ahli luar negeri Hasyim Djalal, mantan menteri era Soeharto Subiakto Tjakrawardaya, mantan anggota dpr komisi III Ahmad Zacky Siradj, mantan anggota DPR komisi I Ansel de Lopez. (Popi Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.