Senin, 29 November 21

Pakar Indonesia Berbagi Islamic Microfinance di Maroko

Pakar Indonesia Berbagi Islamic Microfinance di Maroko

Maroko, Obsessionnews – Pakar keuangan syariah Indonesia Muhammad Gunawan Yasni, Kamis (16/4) di Maroko berbagi pengalaman Indonesia dalam pengembangan perbankan syariah, khususnya  pembiayan usaha kecil menengah (microfinance) kepada khalayak Maroko.

Pernyataan resmi dari Kedutaan Indonesia di Maroko oleh Husnul Amal yang diterima Obsessionnews, Jumat (17/4/2015), menyebutkan bahwa Muhammad Gunawan Yasni juga anggota Dewan Syariah Nasional (DSN) dan Dewan Pengawas Syariah Bank Rakyat Indonesia (BRI)  mengawali presentasi Seminar Ilmiah Keuangan Islam di Fakultas Ilmu Hukum, Sosial dan Ekonomi Universitas Mohamed V Agdal-Rabat.

Gunawan menekankan, keuangan Islam mempunyai dua pondasi penting, yaitu harus halal sesuai tuntunan Al-Quran dan Sunnah, dengan menghilangkan unsur riba (bunga), maysir (judi) dan gharar (spekulasi), serta harus thayyib (baik) yang dalam perspektif bisnis adalah mempunyai produk yang lebih baik, pelayanan yang lebih prima dan hasil keuntungan yang lebih menjanjikan.

Selain itu, keuangan Islam haruslah mengedepankan pembangunan ekonomi kerakyatan. Sebab bisnis keuangan syariah harus membidik pendanaan bagi usaha menengah kecil dan mikro untuk memberdayakan potensi ekonomi dan meningkatkan taraf hidup masyarakat kelas bawah.

Dengan keistimewaan yang dimiliki bisnis keuangan Islam, saat ini pertumbuhan bank syariah di Indonesia mencapai 36% di atas bank konvensional yang baru mencapai 17%.

Sedangkan Dr. Asyraf Mohamed Dawwabah menjelaskan pentingnya peran microfinance dalam pembangunan ekonomi negara. Sebagai contoh 50% hasil ekspor Amerika berasal dari usaha kecil menengah yang mampu mempekerjakan 60% persen pasar tenaga kerja.

Ini kedua kalinya Gunawan menjadi salah satu pembicara pada Seminar Mukjizat Al Quran dan Sunnah dalam Ekonomi Islam yang diselenggarakan Asosiasi Mukjizat Ilmiah Al-Quran dan Sunnah Kawasan Utara Maroko, bekerjasama dengan Universitas Abdel Malik El Saadi kota Tetouan  pada 12-13 April 2015.

Isu perbankan Islam di Maroko merupakan salah satu isu terhangat beberapa tahun belakangan ini, pemerintah Maroko akhirnya mengesahkan UU perbankan Islam yang dinamakan  perbankan partisipatif (al Bunuk al Tasyarukiyah) pada November 2014 setelah lama menjadi wacana di Maroko.

Acara yang dimulai pukul 16.00 GMT (waktu Maroko) diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Hukum, Sosial dan Ekonomi Universitas Mohamed V Agdal-Rabat bekerjasama dengan Asosiasi Ekonomi Islam Maroko (ASMECI) menghadirkan juga narasumber Dr. Asyraf Mohamed Dawwabah (Mesir), Dr. Kaothar Amal (Tunisia), Dr. Abdeslam Ballaji (Maroko). Sebagai moderator Dr. Mohamed Kettani (Pakar Ekonomi Islam Maroko).

Para audience terdiri dari mahasiswa sarjana dan pascasarjana dan dosen jurusan hukum dan ekonomi islam di kampus tersebut, para pegiat ekonomi Islam dan juga praktisi perbankan di Maroko. (Popi Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.