Kamis, 30 Juni 22

Pahala Mansury, Bankir yang Pimpin Garuda Indonesia

Pahala Mansury, Bankir yang Pimpin Garuda Indonesia
* Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang baru Pahala Mansury.

Jakarta, Obsessionnews.com – Rapat umum pemegang saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) yang diselenggarakan pada Rabu, 12 April 2017 memutuskan untuk mengangkat Pahala Mansury, sebagai direktur utama yang baru maskapai pelat merah tersebut.

Pahala menggantikan Arif Wibowo yang telah menahkodai Garuda sejak Desember 2014. Ia merupakan mantan Direktur Keuangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Pahala masuk jajaran direksi Bank Mandiri pada 2010 setelah sebelumnya menjabat sebagai EVP Coordinator Finance & Strategy and Chief Financial Officer.

Pahala melihat setidaknya ada beberapa hal yang akan dibenahi dalam jangka pendek (3-6 bulan), menengah (satu tahun), dan jangka panjang (1-5 tahun). Menurut dia, bisnis penerbangan memiliki kompetisi yang sangat ketat. Sehingga fokus meningkatkan profitabilitas menjadi hal utama yang akan dilakukannya bersama tim.

“Program nanti akan kami sampaikan, tetapi fokus efisiensi biaya, review fleet dan rute, serta integrasi Garuda Indonesia dan Citilink,” ungkap Pahala.

Dia menambahkan, salah satu upaya untuk meningkatkan profitabilitas itu adalah dengan menekan biaya. Di sisi lain, ia dan tim ke depan akan mengkaji rute-rute mana yang menguntungkan, dan mana yang tidak, baik domestik maupun mancanegara khususnya di kawasan.

“Di-review biayanya, bahan bakar, perawatan,” ucap Pahala.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Survei dan Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan direktur utama Garuda Indonesia perlu diganti untuk mempercepat akselerasi maskapai penerbangan milik negara dalam hal keuangan dan operasional.

“Pak Pahala kami harapkan dapat melakukan transformasi itu,” katanya.

Gatot mengatakan manajemen baru diharapkan dapat mensinergikan antara Garuda Indonesia dan anak usahanya, PT Citilink Indonesia sehingga bisa lebih ciamik. Ia menilai selama ini sinergi keduanya kurang berirama.

“Semua itu perlu dilakukan karena bisnis penerbangan memiliki kompetisi yang sangat ketat,” tukas dia.

Pahala memulai karirnya sebagai konsultan manajemen di Andersen Consulting sampai tahun 1997 setelah menyelesaikan studinya sebagai sarjana akuntansi dari Universitas Indonesia dan MBA Keuangan dari Stern School of Business, New York University, Amerika Serikat (AS).

Pada 1998, Pahala bekerja paruh waktu di salah satu sekuritas di New York. Pahala bergabung dengan Booz Allen & Hamilton sebagai konsultan senior selama satu tahun di 1999. Pada tahun yang sama ia juga sempat bergabung dengan Boston Consulting Group sebagai pemimpin dalam beberapa proyek perbankan.

Pahala kemudian bergabung di Bank Mandiri pada 2003. Di sini ia pernah menjabat sebagai Kepala Pengembangan Korporasi, Perubahan Manajemen Kantor dan Riset Ekonomi hingga 2006. Setelah itu dia didapuk menjadi Wakil Presiden Senior Strategi dan Koordinator Keuangan serta Direktur Keuangan.

Hingga pada Mei 2010, pria kelahiran pada tahun 1971 itu ditunjuk menjadi Direktur Pelaksana Bidang Keuangan dan Strategi atau jabatannya terakhir sebelumnya hingga akhirnya ditunjuk menjadi bos Garuda Indonesia. Ini merupakan kesempatan pertama baginya bergelut di dunia penerbangan. Pahala merupakan seorang bankir.

Pahala akan menjalankan roda perusahaan pelat merah ini bersama Helmi Imam Satriyono selaku Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Nicodemus P Lampe Direktur Layanan, Puji Nur Handayani Direktur Produksi, Nina Sulistyowati Direktur Marketing dan TI, Linggarsari Suharso Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum serta Sigit Muhartono Direktur Kargo. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.