Rabu, 2 Desember 20

Padi Protein Tinggi Unsoed Lolos Pelepasan Varietas

Padi Protein Tinggi Unsoed Lolos Pelepasan Varietas
* Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

Muara dari program perakitan varietas yang dikenal sebagai pemuliaan tanaman adalah pelepasan varietas.

Pelepasan varietas yang ditandai oleh keberhasilan lolos pada sidang penilaian dan evaluasi varietas tanaman pangan merupakan bentuk pengakuan keunggulan hasil pemuliaan tanaman dan gerbang bagi pemanfaatan secara luas hasil dari proses panjang perakitan varietas yang berjalan.

“Ini untuk komoditas padi menggunakan teknik hibridisasi jangka waktunya tak kurang dari satu dasa warsa,” ungkap Tim Promosi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum. saat pemaparan Dosen Fakultas Pertanan Unsoed Prof.Totok, Dyah S, dan Agus R, Selasa (2710/2020).

Dyah Susanti memaparkan bahwa Sidang Evaluasi dan Penilaian Calon Varietas Tanaman Pangan yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian pada 21 Oktober 2020 merupakan hari bersejarah bagi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

Salah satu galur padi unggul Unsoed kembali lolos sidang pelepasan varietas, dan direkomendasikan oleh Tim Penilai Varietas Tanaman Pangan untuk dilepas sebagai varietas unggul baru nasional berdasarkan surat keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia.

Einstein mengatakan, jalur padi unggul ini bernama Unsoed PK 7, dirakit oleh trio pemulia padi protein tinggi Prof.Ir.Totok Agung,DH.,MP.,Ph.D., Agus Riyanto,SP.,MSi dan Dyah Susanti,SP., MP.

Menurut Dyah, Galur Unsoed PK 7 merupakan galur padi sawah protein tinggi yang memiliki keunggulan daya hasil tinggi (9,71 GKG ton/Ha), melebihi Ciherang, serta memiliki stabilitas hasil tinggi.

Daya hasil dan stabilitas hasil tinggi ini merupakan keunggulan utama yang dipenuhi Unsoed PK 7 dan memberikan bobot penilaian tinggi pada sidang ini.

Dibandingkan dengan 14 varietas lain yang diusulkan oleh Konsorsium Padi Nasional dalam set padi daya hasil tinggi dan tahan hama-penyakit utama ini, Unsoed PK 7 juga memiliki keunggulan pada aspek ketahanan terhadap hama dan penyakit utama.

Keunggulan pada ketahanan terhadap hama dan penyakit tanaman ini juga merupakan keunggulan utama yang mengantarkannya lolos dalam penilaian dan evaluasi varietas tanaman pangan.

Berdasarkan pengujian bersama dengan galur-galur harapan Konsorsium Padi Nasional yang berasal dari BB Padi, IPB, dan BATAN ini padi Unsoed PK 7 memiliki ketahanan terhadap penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) patotipe IV dan VIII dengan kriteria agak tahan, juga terhadap Blas ras 033 dan 073.

Padi ini juga memiliki ketahanan terhadap hama wereng batang coklat biotipe 1 dengan kriteria agak tahan. Keunggulan lainnya, padi ini memiliki postur pendek, sehingga lebih tahan rebah.

Kerebahan tersebut menjadi permasalahan yang seringkali muncul pada musim tanam satu, di mana air berlimpah selama musim hujan. Kandungan protein padi ini tinggi, mencapai 10,72%, melebihi padi pada umumnya yang berkisar 7 – 8%.

Kandungan protein tinggi menjadi kekhasan padi ini. Dimilikinya kekhasan ini, diharapkan tak hanya meningkatkan produksi padi nasional tetapi juga mampu memberikan sumbangsih bagi pemenuhan gizi masyarakat, jelas Dyah.

Prof.Totok Agung mengatakan bahwa keunggulan-keunggulan yang dimiliki Unsoed PK 7 ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi pembangunan pertanian, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen Unsoed dalam berkontribusi untuk negeri.

Dikemukakan, padi sawah protein tinggi ini akan mendukung peningkatan kesejahteraan petani, karena daya hasil dan kualitas hasilnya yang tinggi, serta memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit tanaman utama.

Sampai saat ini, lamjutnya, Unsoed sudah berhasil melepas tujuh varietas unggul nasional. Meliputi dua varietas unggul kedelai dan lima varietas unggul padi.

Varietas unggul padi sendiri terdiri atas dua Varietas Padi Gogo dan tiga Varietas Padi Sawah. Lima Varietas Padi sudah dipatenkan.

Dengan demikian, keberhasilan ini semakin mengokohkan Unsoed sebagai salah satu perguruan tinggi yang paling produktif menghasilkan varietas unggul baru nasional tanaman pangan. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.