Sabtu, 4 Desember 21

Pacu Upaya Program PEN, Kemenperin Optimalkan Anggaran Rp 2,87 Triliun

Pacu Upaya Program PEN, Kemenperin Optimalkan Anggaran Rp 2,87 Triliun
* Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (9/2/2021). (Foto: Kemenperin)

Sementara itu upaya hilirisasi industri juga ditempuh lewat pengembangan industri smelter, antara lain meliputi pemurnian nikel, nikel kobalt, alumunium, tembaga dan besi baja. “Saat ini secara total kita punya 30 smelter yang beroperasi, sedangkan yang tahap konstruksi 20 smelter dan dalam tahap feasibility study sebanyak 9 smelter,” sebutnya.

Agus menegaskan, pihaknya bertekad mendorong penguatan hilirasi industri pertambangan dan memperkokoh struktur industri dalam negeri.

“Implikasi dari kebijakan ini, industri logam dasar pada tahun 2020 tumbuh 5,87%, kemudian ekspornya pun tumbuh 30%, bahkan menyumbang devisa negara hingga USD22 miliar,” ungkapnya.

Oleh karena itu pada 2021 Kemenperin terus memacu hilirisasi industri, termasuk memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen baterai untuk kendaraan listrik.

Pada tahun ini Kemenperin akan terlibat aktif dalam program Bangga Buatan Indonesia. Manfaatnya antara lain menciptakan nilai tambah bagi pelaku IKM, meningkatkan permintaan terhadap produk IKM, meningkatkan jumlah IKM yang onboarding. Contohnya pada Mei 2021 nanti Kemenperin akan meluncurkan Festival Joglosemar yang akan menampilkan IKM terbaik dari daerah Joglosemar. Acara tersebut akan diisi dengan webinar bimbingan teknis dan teknologi serta pelatihan bagi IKM. (red/arh)

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.