Senin, 25 Oktober 21

Pabrik Spring Bed Dilalap Si Jago Merah

Pabrik Spring Bed Dilalap Si Jago Merah

Semarang, obsessionews.com – Kebakaran hebat yang terjadi di pabrik spring bed milik PT Cahaya Murni Central Java (CMCJV) di Kawasan Industri Terboyo, Blok H1 No.2, Kota Semarang, Jumat (30/1) hingga pukul 21:50 WIB belum dapat dipadamkan. Api menjalar dari siang sekitar jam 12.30 waktu setempat. Dari pantauan obsessionnews.com api masih berkobar pada malam ini namun intensitasnya sudah mulai berkurang.

Menurut Lilik, seorang petugas Damkar (Pemadam Kebakaran) yang bertugas di lokasi, api masih sulit dipadamkan karena amblesnya atap pabrik yang menimpa bagian dasar bangunan. “Belum bisa padam total. Masih ada yang hidup (apinya). Kemungkinan bisa sampai pagi soalnya atapnya ambles dan juga pabriknya kan pabrik spring bed, jadi mudah terbakar,” jelas Lilik kepada obsessionnews.com.

Petugas kesulitan memadamkan si jago merah karena di dalam bangunan banyak terdapat bahan yang terbuat dari plastik dan cairan kimia yang mudah terbakar. Petugas Damkar pun terpaksa membongkar pintu pabrik untuk memasuki lokasi kebakaran.

Kebakaran terjadi di saat para pekerja pabrik sedang melakukan sholat Jumat. Api diketahui mulai membesar sekitar pukul 12.30. “Waktu itu saya sedang tidur, sedangkan pekerja yang lain masih sholat Jumat. Lha tiba-tiba saja kok saya ketetesan air dari atas kayak air hujan, ternyata atap pabrik udah kebakar,” ujar Supriyadi (20), pekerja pabrik tersebut.

Sedangkan keterangan dari Anton (20) salah seorang karyawan pabrik lainya ,kemungkinan besar kebakaran disebabkan blower di dalam gudang pabrik terlalu panas sehingga terjadi konsleting yang kemudian menyambar salah satu sofa di dalam pabrik. “Ya mungkin blowernya terlalu panas. Jadinya kena listrik, setelah itu kena sofa yang ada di belakang,” tutur Anton.
Sebanyak 8 unit Damkar dikerahkan ke lokasi kejadian. Sampai malam ini, masih ada 4 mobil Damkar yang dijagakan di sekitar pabrik. Kebakaran tersebut sempat menimbulkan kepanikan warga menginggat posisi pabrik yang dekat dengan perkampungan warga dan berhimpitan dengan pabrik lainnya.

Untuk mengetahui penyebab pasti dari kebakaran, saat ini sudah dilakukan identifikasi dari tim Inafis Polrestabes Semarang. Kerugian yang disebabkan oleh kebakaran ditaksir mencapai Rp 1 milliar lebih. (Yusuf Isyrin Hanggara)

Related posts