Minggu, 26 September 21

OSO: Silakan Kalau Wiranto Mau Jadi Ketum Lagi

OSO: Silakan Kalau Wiranto Mau Jadi Ketum Lagi
* Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO).

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) mengaku tidak mempersoalkan jika Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto ingin menjadi ketua umum (ketum) kembali. Ia siap melepaskan jabatannya kalau itu memang keinginan Wiranto.

“Boleh saja, silakan, kalau Wiranto mau menjadi ketua umum kembali, silakan saja. Saya kasih, orang dulu dia kasih saya, kok, minta tolong ke saya buat jadi ketua,” kilah OSO di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/1/2018).

Ia mengakui saat ini Partai Hanura sedang dilanda banyak persoalan seiring semakin mendekatnya tahun politik. OSO sudah melakukan komunikasi dengan Wiranto terkait persoalan tersebut. Menurutnya, Wiranto berpesan agar konflik diselesaikan sesuai dengan mekanisme yang ada di AD/ART.

Tidak hanya mendukung Wiranto sebagai Ketua Umum Partai Hanura, OSO juga mendoakan Wiranto bisa maju lagi sebagai capres atau cawapres di Pemilu 2019 nanti. “Ya saya doakan yang terbaik buat Wiranto,” kilahnya pula.

Wiranto dikabarkan setuju dengan permintaan sejumlah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) untuk segera mengadakan Musyawarah Nasional Luar (Munaslub), guna mencari ketua umum Partai Hanura pengganti OSO.

Hal itu disampaikan Ketua DPD Partai Hanura Sumatera Barat, Marlis Alinia usai bertemu dengan Wiranto, Selasa (16/1/2018) pagi, bersama 16 perwakilan DPD lainnya. Menurutnya, Wiranto mendorong agar persoalan kekisruhan antara OSO dengan pengurus Partai Hanura diselesaikan sesuai AD/ART.

“Dari berbagai pertimbangan Pak Wiranto sebagai Ketua Dewan Pembina menyampaikan kepada kami, beliau memberikan saran untuk semua kasus ini, untuk semua persoalan ini, diselesaikan dengan ketentuan AD/ART,” ujar Marlis dalam konferensi persnya di Kantor DPP Hanura, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa siang.

Para perwakilan DPD itu menangkap sinyal Wiranto mendukung pergantian OSO dari jabatan ketua umum sesuai dengan AD/ART. Sebab, berdasarkan Pasal 46 ayat (4) huruf a AD/ART Hanura menyebutkan, Munaslub itu dapat dilaksanakan jika ada permintaan dari 2/3 DPD atau 2/3 DPC.

Sementara itu, sampai Selasa ini, sudah 27 DPD dan 418 DPC Hanura telah menandatangani mosi tidak percaya kepada OSO. Ini artinya sudah lebih dari cukup bagi Partai Hanura mengadakan Munaslub.

“Dengan begitu, kami dalam forum ini mewakili DPD se-Indonesia menyampaikan secara bulat, penyelesaian penyelamatan partai dari kemelut ini melalui Munaslub dan atas izin dari Ketua Dewan Pembina tadi. Beliau menyetujui segera dilaksanakan,” tandas Marlis.

“Maka kami hari ini menyampaikan kepada publik se-Indonesia, bahwa Hanura dalam satu dua hari ini akan melaksanakan Munaslub untuk memilih ketua umum terbaru berkaitan dengan kemelut yang terjadi,” lanjut dia.

Sebelumnya diberitakan, OSO diberhentikan dari posisi ketua umum Partai Hanura. Dia dianggap melanggar anggaran rumah tangga (ART) partai dan prinsip-prinsip nilai perjuangan partai tersebut.

Keputusan itu diambil setelah sejumlah pengurus Partai Hanura mengadakan rapat di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Senin (15/1/2018). Pemberhentian OSO dari jabatannya atas dasar permintaan dari 27 DPD dan lebih dari 400 DPC yang menyampaikan mosi tidak percaya.

Namun OSO melawan. Ia justru memecat sejumlah ketua DPD yang dianggap membuat onar. Termasuk salah satunya Sekjen Partai Hanura, Syarifuddin Suding. maka OSO menuding ada pihak yang sengaja ingin menghancurkan Hanura mendekati tahun politik, 2018-2019. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.