Minggu, 19 September 21

OSO Melawan MK dan KPU

OSO Melawan MK dan KPU
* Ketua DPD Oesman Sapta (OSO). (Foto: Twitter @DPDRI)

Jakarta, Obsessionnews.com – Drama keinginan Oesman Sapta Odang (OSO) untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPD langkahnya terhenti, setelah namanya dicoret dari daftar calon tetap (DCT) oleh KPU. Nama OSO dicoret karena dia masih menjabat sebagai Ketua Umum Partai Hanura. OSO tidak sendirian. Ada juga calon DPD dari Papua yang dicopot.

“Kita coret, tadi malam. Dua orang saja kalau yang dari DPD ya yang tidak mengundurkan dari parpol. (Yang dicoret) Juventus dari (dapil) Papua Barat, sama Pak OSO,” ujar komisioner KPU Ilham Saputra, di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2018).

KPU punya alasan kuat kenapa harus mencoret nama OSO. Mengacu kepada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) calon anggota DPD dilarang disisi oleh kader partai politik. DPD harus harua disisi oleh calon perseorangan. Aturan itu sudah termaktub dalam putusan MK No. 30/PUU-XVI/2018 yang dibacakan pada Senin (23/7).

Merasa tak terima, OSO pun melawan. Kubu OSO menyatakan tidak percaya dengan kesungguhan MK untuk menjaga tegaknya pelaksanaan konstitusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pasalnya, putusan MK terkait latar belakang calon DPD dianggap telah melanggar Pasal 28I UUD 1945.

“Perintah MK kepada KPU untuk melaksanakan Putusan MK No. 30/ PUU – XVI/ 2018 merupakan Putusan Ultra Petita dan melanggar pasal 28I UUD 1945, yakni tidak boleh ada hukum yang berlaku surut,” tegas Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono, di Gedung DPD, Kamis (20/9).

Lebih lanjut, Nono menyatakan DPD RI akan melakukan tindakan hukum untuk menghentikan pelanggaran/pelecehan konstitusi, antara lain melaporkan oknum Hakim Konstitusi ke dewan etik MK dan atau tindakan hukum lainnya sesuai aturan perundangan yang berlaku.

Partai Hanura juga membela OSO yang hingga masih menjadi ketua umum. Menurut Hanura, KPU telah melanggar hukum. Alasannya, keputusan MK soal pengurus parpol tidak boleh maju nyaleg DPD tidak berlaku surut.

“Kemarin kan ada konsultasi dengan MK, tidak berlaku surut. Akan diberlakukan 2024,” ucap Sekjen Partai Hanura Herry Lontung Siregar di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2018).

Menurut Herry, Hanura akan menggugat KPU soal keputusan pencoretan nama OSO itu. “Kita pasti (pertahankan OSO). Kita akan gugat,” tegasnya.

Sementara itu, pihak MK menegaskan putusan MK nomor 30/PUU-XVI/2018, tentang calon anggota DPD tidak boleh berasal dari partai berlaku pada Pemilu 2019. Putusan MK pun bisa digunakan untuk membatalkan suara calon anggota DPD tersebut. Sehingga tidak berlaku surut.

“Dengan keterangan pers ini, Mahkamah perlu menegaskan bahwa sepanjang berkenaan dengan pencalonan anggota DPD, jika dalam Pemilu 2019 dan Pemilu-Pemilu setelahnya terdapat calon anggota DPD yang berasal dari pengurus partai politik maka Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 30/PUU-XVI/2018 dapat dijadikan alasan untuk membatalkan hasil perolehan suara calon dimaksud,” jelas Juru Bicara MK, I Dewa Gede Palguna di kantornya.

OSO yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua DPD RI sudah angkat bicara mengenai pencoretan namanya ini. Ia memastikan sudah mengajukan gugatan ke Bawaslu.

“(Gugatan) sudah tadi, sudah diterima Bawaslu dan uji materi juga sudah, sudah diterima dan dinyatakan pantes untuk di persoalkan. Memenuhi syarat uji dan materil,” ungkap OSO di lokasi yang sama.

Ia juga menanggapi santai soal pencoretan namanya sebagai calon senator oleh KPU. OSO siap melawan KPU di Bawaslu. “Ah enggak ada coret-coret, siapa yang berani coret-coret ha-ha-ha. Belum-belum,” tukasnya.

Soal kelanjutan karier politik OSO setelah dicoret dari caleg DPD sebelumnya diragukan oleh anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade. Ia menyebut hanya dirinya yang berani menegakkan peraturan yang dianggap melenceng.

“Satu-satunya orang yang berani menegakkan rule of game, aturan main, aturan hukum konstitusi. Orang seperti inilah yang pantas dipertahankan dan kariernya akan cemerlang,” kata OSO terpisah. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.