Sabtu, 4 Desember 21

Breaking News
  • No items

Ormas Tommy Soeharto Nilai Ahok Tak Terbendung di Pilkada DKI

Ormas Tommy Soeharto Nilai Ahok Tak Terbendung di Pilkada DKI
* Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. (Foto: Edwin Budiarso)

Jakarta, Obsessionnews – Basuki Tjahaja Purnama, yang akrab dipanggil Ahok, belum memutuskaan akan maju sebagai calon gubernur (cagub) pada Pilkada DKI 2017 mendatang melalui jalur independen atau jalur partai. (Baca: Ahok Tantang Majukan April, Dapat Sejuta KTP)

Himpunan Masyarakat Peduli Indonesia (HMPI) menilai Gubernur DKI petahana itu apakah akan maju lewat jalur independen atau jalur partai sulit dikalahkan oleh siapapun. (Baca: Ahok Ungkapkan Bergabung dengan PDI-P)

“HMPI menilai figur Ahok tak terbendung di Pilkada DKI 2017. Menurut hasil pengamatan HMPI, Ahok sulit dikalahkan oleh siapapun. Karena masyarakat pada umumnya melihat ‘kagak ade lagi yang sekeras Ahok’ dalam menata Jakarta,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) HMPI Tri Joko Susilo melalui WhatsApp kepada Obsessionnews.com Minggu (28/2/2016). (Baca: Jakarta Butuh Sosok Pemberani Seperti Ahok)

Organisasi kemasyarakatan (ormas) besutan Tommy Soeharto ini memprediksi jika Ahok terpilih lagi menjadi Gubernur DKI, dia bakalan dilirik oleh Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2019. (Baca: Wow! Ahok Digadang-gadang Dampingi Jokowi di Pilpres 2019)

Ahok adalah pasangan Jokowi pada Pilkada DKI 2012 lalu. Di luar dugaan duet Jokowi-Ahok memenangkan pesta demokrasi itu. Selanjutnya Jokowi maju sebagai capres pada Pilpres 2014, berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK). Mereka sukses mengandaskan rivalnya, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. (Baca: Duet Ahok-Samad Bikin Ngeri Koruptor)

Ahok kemudian mengisi kursi DKI-1 yang ditinggalkan Jokowi. Ahok resmi dilantik menjadi Gubernur DKI oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, 19 November 2014. (Baca: Dukungan Untuk Ahmad (Ahok-Samad) Terus Mengalir dari Netizen)

Keberhasilan Jokowi menjadi Presiden membuat kursi Gubernur DKI paling bergengsi dibandingkan kursi gubernur-gubernur lainnya. Oleh karena itu tidak mengherankan jika kursi Gubernur DKI menjadi rebutan banyak orang, karena dapat dijadikan batu loncatan untuk menjadi capres atau cawapres. (Baca: Didukung PDI-P, Ahok Siap Diduetkan dengan Djarot Lagi)

“Kalau Ahok nanti terpilih lagi menjadi Gubernur DKI, kemungkinan besar dia akan digandeng oleh Jokowi pada Pilpres 2019,” tutur Tri.

Partai-partai berkepentingan agar capres atau cawapres mendatang adalah kader mereka. (Baca: Duet Maut Ahok-Djarot Bakal Menang di Pilkada DKI 2017)

“Dalam pengamatan HMPI ada tanda-tanda menghabisi karier Ahok satu-satunya ya lewat Pilkada DKI, agar dia tidak bisa menjadi capres atau cawapres,” tandasnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.