Kamis, 2 Desember 21

Orangtua Diminta Tidak Takut Imunisasi‎ Anaknya

Orangtua Diminta Tidak Takut Imunisasi‎ Anaknya

Jakarta, Obsessionnews.com – Dalam satu pekan ini publik tengah diramaikan dengan pemberitaan terbongkarnya pembuatan vaksin palsu oleh Bareskrim Polri. Berita ini mengejutkan karena diduga pemalsuan vaksin untuk anak-anak ini sudah berlangsung sejak 2003 atau 13 tahun.

Pelaku dianggap telah melakukan kejahatan serius. Sebab, vaksin yang seharusnya berfungsi sebagai obat pencegah penyakit berbahaya dan mematikan justru dipalsukan, dan bisa berakibat buruk terhadap perkembangan tubuh anak. Salah satunya munculnya infeksi.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bidang Organisasi dan Hukum Kodrat P‎ramudho meminta masyarakat terutama ibu-ibu untuk tidak takut dengan pemberitaan ini, sehingga enggan melakukan imunisasi untuk anak-anaknya.

Menurutnya, imunisasi vaksin terhadap anak tetap penting dilakukan meski ‎pemberitaan negatif ini terus disebarluaskan. Pasalnya, jumlah vaksi palsu presentasinya lebih sedikit dibanding yang palsu, sementara vaksin menjadi sesuatu yang dibutuhkan untuk kekebalan anak.

“‎Intinya jangan takut bawa anaknya untuk diimunisasi. Karena bila tidak dimunisasi akan berat anak melawan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” katanya, Selasa (28/6/2016).

Kodrat menjelaskan, seperti yang disampaikan oleh Kementerian Kesehatan, bahwa setiap anak balita yang diimunisasi di Posyandu, Puskesmas dan Rumah Sakit Pemerintah, maka bisa dipastikan vaksin tersebut itu asli, dan dijamin manfaat dan keamanannya.

“Jadi ada dugaan vaksin palsu itu disebar diklinik-klinik swasta,” katanya.

Namun demikian, Kodrat tetap memandang pemalsuan vaksin merupakan kejahatan yang luar biasa dan pelakunya layak dihukum seberat mungkin‎. Ia juga berharap dengan terbongkarnya kasus ini, sistem pengawasan obat-obatan di BPOM dan Kemenkes semakin terjaga ketat.

‎”Saya pertama dengar kaget ini produsennya tak beradab dan biadab. Layak dihukum seberat-sebaratnya,” jelasnya.

Dalam kasus ini Polisi sudah menetapkan 15 orang tersangka, vaksin palsu sudah beredar di kota-kota besar seperti Jakarta, Jawa Barat, Banten, Yogyakarta, Semarang dan Medan.

Di wilayah Jakarta sendiri, Polisi mengungkapkan ada empat rumah sakit, dua apotek dan satu toko obat terlibat sindikat vaksin palsu. Keuntungan dari pemalsuan vaksi ini pun sudah mencapai ratusan miliar. ‎(Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.