Senin, 20 Mei 24

Orangtua Berperan Penting Bentuk Karakter Anak

Orangtua Berperan Penting Bentuk Karakter Anak
* Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Femmy Eka Kartika Putri. (Foto: Humas Kemenko PMK)

Obsessionnews.com – Orangtua dan masyarakat memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak.

“Anak-anak tidak boleh lepas dari pengawasan dan bimbingan dari orangtua maupun lingkungannya, agar kita bisa mengurangi permasalahan yang terjadi pada anak” kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Femmy Eka Kartika Putri pada Webinar Hari Anak Nasional 2022 bersama Maju Perempuan Indonesia (MPI) dan DWP KBRI Kuwait City, Sabtu (23/7/2022).

 

Baca juga:

Meriahkan Hari Anak Nasional, Roda Link dan TK Kartika Jaya Gelar Lomba Mewarnai

Sosialisasikan Lagu Anak Indonesia, Pentas Kita Cinta Lagu Anak Digelar pada HAN 2022

 

Dikutip dari siaran pers yang diterima obsessionnews.com, Minggu (24/7), dalam kesempatan tersebut Femmy mengungkapkan, saat ini permasalahan anak kerap masih menjadi tantangan yang harus segera diatasi agar Indonesia benar-benar mampu mewujudkan generasi emas dan berkualitas.

Femmy menyebutkan beberapa di antara masalah yang terjadi pada anak, yaitu pornografi dan pornoaksi termasuk perilaku seks, nikah muda, merokok, kekerasan, perundungan, dan konflik sosial. Di samping itu penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.

“Pencegahan harus dimulai dari keluarga dan masyarakat, anak harus diberikan dedikasi moral etika dan budaya yang baik. Serta harus membangun ikatan emosional, anak harus diperhatikan dan dipahami,” ujar Femmy.

Selain itu, lanjutnya, seluruh masyarakat, pemerintah dan stakeholder juga harus mengambil peran dalam perlindungan dan pemenuhan hak anak.

“Kita tahu perilaku berisiko pada anak masih banyak terjadi di masyarakat dan cukup memprihatinkan. Oleh karena itu kita harus memperkuat koordinasi kebijakan lintas sektor, pemetaan program kegiatan antar K/L, dan membangun komunikasi dan kolaborasi, karena kita tidak bisa bekerja sendiri,” tuturnya.

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN), menurut Femmy, merupakan momentum yang tepat untuk mengingat kembali mengenai pentingnya pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Hari Anak Nasional juga merupakan momentum yang tepat untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak-anak Indonesia.

“Anak-anak Indonesia harus tumbuh dan berkembang secara sehat jasmani dan rohaninya, tumbuh kembangnya harus optimal, dan memiliki masa depan yang cerah, bebas dari segala bentuk kekerasan,” katanya.

Turut hadir dalam webinar adalah Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof dr Endang Achadi, Ketua Komisioner KPAI Dr Susanto, Direktur Keluarga, Perempuan, Anak, Keluarga, Pemuda dan Olahraga Bappenas Woro Srihastuti dan para per serta webinar. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.