Rabu, 1 Februari 23

Orang Papua Diprediksi Jadi Presiden Indonesia

Orang Papua Diprediksi Jadi Presiden Indonesia

Semarang, Obsessionnews ‎- Gerakan separatis di Papua untuk melepaskan diri dari Indonesia dinilai sebagai upaya menghalang-halangi generasi Papua ke depan menjadi pemimpin untuk Indonesia. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan kedepan orang Papua bisa tampil menjadi pemimpin Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh budayawan Wahyu NH Aly. Menurutnya, mimpi kelompok separatisme terlalu sempit jika hanya ingin memimpin Papua sebagai negara. Sebab, sama saja kelompok ini telah membunuh generasi muda Papua untuk tampil di tingkat nasional.

“Saya memprediksi, jika seluruh masyarakat Papua berjuang serius sebagai bagian dari keluarga besar Indonesia, tahun 2049 yang memimpin Indonesia itu saudara kita dari Papua,” kata Wahyu, saat menjadi pembicara dalam acara seminar nasional, dengan tema Menjaga Keutuhan Bangsa sebagai Implementasi Asas Bhineka Tunggal Ika‎ oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, (25/02/2016).

Pangasuh Lawang Ngajeng ini menuturkan, Papua sebagai bagian dari Nusantara sudah ada sejak jaman sejak jaman kerajaan Sriwijaya dan Majapahit, hingga kemudian penjajah tiba di wilayah Papua. Ia mengatakan, saat ini ada Negara asing yang ingin Papua terpisah dari Indonesia agar Papua menjadi bonekanya.

Sementara itu Mayor Kav. Triyono dalam kesempatan itu meminta kepada masyarakat menjauhi separatisme. Menurutnya, NKRI sebagai keputusan cerdas para founding fathers negara ini. Sehingga suatu kekeliruan jika terjerumus dalam separatisme.

“Bhineka Tunggal Ika adalah fakta di Negara ini, titipan untuk kita jaga bersama-sama,” ungkap Danramil Gunung Pati, Semarang.

Selain itu, Triyono juga berharap seluruh elemen masyarakat agar turut aktif menjaga NKRI di media social. Mengingat saat ini kian massif akun-akun di media social yang tidak memiliki tanggung jawab, berupaya mengadu domba antar masyarakat Indonesia.

“Upaya memecah-belah bangsa saat ini juga menjamur di media social. Jadi saya harap, semua ikut aktif untuk berkontribusi menjaga Negara ini melalui media social. Kelihatannya sederhana, tapi ini sangat mulia,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, dosen politik Universitas Diponegoro (Undip) Dr. Susilo Utomi,M.Si yang juga pemateri dalam acara tersebut berharap seluruh masyarakat Indonesia agar memahami secara utuh tentang Bhineka Tunggal Ika dengan melihat perbedaan sebagai seni kehidupan yang begitu berharga.

“Keindahan ini mari kita jaga bersama. Kita rawat dan kita pertahankan,” tegasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.