Senin, 14 Oktober 19

Operasi Intelijen Bermodus Teror

Operasi Intelijen Bermodus Teror

Oleh: Hendrajit *)

Operasi intelijen bermodus teror sekarang ini masih bergaya zaman Ali Murtopo mengkreasi Komando Jihad.

Operasi intelijen bermodus teror sekarang ini masih bergaya zaman Ali Murtopo mengkreasi Komando Jihad. Di era Orde Baru dulu, masyarakat yang notabene masih tertutup akses informasinya, begitu disuguhi Komando Jihad nggak ada yang membayangkan kalau itu teroris jadi-jadian. Dipercaya sebagai kebenaran bahwa orang Islam memang senangnya melakukan aksi kekerasan dan teror.

Lucunya kalau sekarang pakem lama itu masih diterapkan itu sama saja orang pakai payung padahal di luar panas terik dan tidak hujan sama sekali.

Atau jangan-jangan aktor intelektualnya sekarang yang dulu di zaman Ali Murtopo merupakan anggota timnya yang masih junior dan kroco, tapi sekarang sudah memegang pos-pos kunci di komunitas intelijen. Artinya, masih menggunakan ilmunya Ali Murtopo, tapi dikopi mentah-mentah. Tanpa kontekstualisasi sama sekali.

Alhasil, dampak yang mau dicapai malah kebalikan. Kalau dulu Ali Murtopo memainkan operasi intelijen bermodus teror dengan tujuan mendiskreditkan kelompok-kelompok Islam sebagai pro kekerasan dan aksi bersenjata. Dan banyak orang kemudian percaya, sehingga operasi itu dianggap berhasil. Kalau sekarang, malah jadi operasi kontra intelijen bermodus teror. Bukannya percaya, tapi malah dianggap lucu-lucuan.

*) Pengkaji geopolitik dan Direktur Eksekutif Global Future Institute.

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.