Selasa, 27 September 22

Om Telolet Om, Ini Dia Kisah Awalnya!

Om Telolet Om, Ini Dia Kisah Awalnya!
* Salah satu aksi para pemburu telolet.

Jakarta, Obsessionnews.com – Om Telolet Om. Demikian frasa ini mengemuka di banyak media, utamanya media sosial. Bahkan tak hanya di tanah air, Om Telolet Om mewabah hingga mancanegara. Tak tanggung-tanggung, konon, penggilanya mulai dari mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barrack Obama hingga Presiden AS saat ini, Donald Trump.

Pun demikian di dunia olahraga. Banyak aktor lapangan hijau yang saat ini demam Om Telolet Om. Mereka di antaranya Lionel Messi, Neymar, Cristiano Ronaldo, Mario Mandzukic, Mezut Ozil, hingga mantan kapten Timnas Jerman, Michael Ballack.

Om Telolet Om memang menjadi primadona dalam dua pekan terakhir. Namun siapa sangka, jika sesungguhnya fenomena ini sudah ada sejak 6 tahun lalu.

Pada awalnya, ungkapan “Om telolet, Om” berasal dari anak-anak yang sering meminta sopir-sopir bus di wilayah pantai utara (Pantura) untuk membunyikan klakson mobil. Berikutnya, permintaan itu juga sering diungkapkan anak remaja hingga orang dewasa dengan menuliskan permintaannya melalui sebuah tulisan pada kertas.

Ya, hampir semua bus besar, baik angkutan umum maupun pariwisata yang melintasi Pantura, memiliki bunyi klakson yang sama. Namun demikian, konon, fenomena itu awalnya banyak terjadi di Jawa Timur, terutama di jalur Solo-Wonogiri sebelum akhirnya merembet ke daerah-daerah lain.

Searah jarum jam: Neymar, Ozil, Ronaldo, dan Lionel Messi.

Anak-anak pemburu ‘telolet’ itu menyebutnya sebagai hobi yang tentu saja menyenangkan.

Mereka biasanya berkumpul di pinggir jalan setelah jam sekolah. Kepada para sopir bus yang melintas, mereka akan mengacungkan jempol tangan sebagai ‘tanda’ permintaan.

Kini, aksi para pemburu ‘telolet’ lebih massif dan semakin berani. Di Semarang, mereka bahkan nekat memburu ‘telolet’ hingga di pintu masuk tol Gayamsari Semarang. Secara berkelompok, para pemburu telolet ini merekam aksinya hingga sopir bus membunyikan klakson beberapa kali. Lalu hasilnya akan mereka unggah ke media sosial.

Aksi tersebut tentu saja mengkhawatirkan banyak pihak, apalagi telah ada korban tertabrak bus saat aksi berburu telolet itu dilakukan.

Melihat hal itu, beragam pihak pun melakukan ‘penyuluhan’ kepada para pemburu telolet. Salah satunya dilakukan oleh masyarakat pecinta bus yang tergabung dalam Bis Mania Community (BMC) Semarang. Kepada remaja-remaja tanggung itu, pengurus BMC Semarang memberikan penjelasan soal bahayanya ‘memburu’ telolet di jalan tol.

BMC juga aktif memberikan tips agar para pemburu telolet mendapatkan buruannya dengan cara yang benar dan tidak mencelakakan dirinya. Karena seringnya mendapatkan tips itu, anak-anak pemburu telolet kerap kali latah dengan mengaku jadi bagian dari BMC. Padahal jika ditanya, umumnya mereka juga tidak mengerti apa itu BMC.

Di sisi lain, nyatanya, aksi para pemburu telolet itu justru mendapat perhatian positif dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo). Aksi itu dianggap bisa menghidupkan kecintaan masyarakat kepada moda transportasi umum, khususnya bus.

Om Telolet Om adalah fenomena. Di tanah air, Om Telolet Om diangkat menjadi sebuah tema dalam sebuah lagu dangdut. Seolah tak mau ketinggalan, Om Telolet Om juga menjadi inspirasi para Disc Jockey (DJ) mancanegara untuk membuat aransemen musiknya. Wah, gokil! (Fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.