Jumat, 22 Oktober 21

Olga Lidya Dukung Penghapusan Hukuman Mati

Olga Lidya Dukung Penghapusan Hukuman Mati

Jakarta, ObsessionnewsNampaknya, ada juga yang menolak hukuman mati meski dilegalkan Undang-Undang (UU). Diantaranya, artis cantik Olga Lidya mendukung gerakan penghapusan hukuman mati di Indonesia, lantaran alasan kemanusiaan.

Ia bahkan meminta UU No. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika harus direvisi terutama mengenai ancaman hukuman maksimalnya, yakni hukuman mati. Kata dia, cukup maksimal hukuman seumur hidup saja.

“Kalau saya pribadi menginginkan dalam undang-undang hukuman mati mestinya tidak ada. Saya tidak setuju, karena alasan kemanusian. Apapun alasannya, ironis sekali membunuh manusia dan itu dilegalkan, aneh,” papar alumnus Fakultas Teknik Sipil Universitas Parahyangan, Bandung itu.

Olga menilai, masyarakat tidak bisa menyalahkan kebijakan Presiden Jokowi yang menolak permohonan grasi terpidana narkoba. Selain itu, proses eksekusi itu merupakan amanat undang-undang.

“Ini merupakan bagian dari undang-undang. Proses hukum yang ada di Indonesia bukan dibuat oleh pak Jokowi, itu sudah ada sejak dulu,” kata Olga Lidya kepada Obsessionnews , Selasa (17/3) di Kementerian Perdagangan RI.

Olga-Lidya

Artis cantik ini menyayangkan, mengenai eksekusi gembong Balinine, yakni Andrew Chan (31), dan Myuran Sukumaran (33), sudah diputuskan oleh Pengadilan Negeri, bahkan hingga kasasi di Mahkamah Agung RI.

Sikap penolakan terhadap adanya hukuman mati itu, oleh Olga diwujudkan dengan memproduseri film komedi keluarga mengapa menolak eksekusi mati, karena alasan kemanusiaan.

Terpidana mati Andrew Chan (31), dan Myuran Sukumaran berkewarganegaraan Australia itu hingga kini menunggu proses eksekusi di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Pemerintah Australia dan beberapa lembaga hak asasi manusia internasional terus berjuang untuk menolak hukuman eksekusi tersebut.

Pemerintah Australia memohon kepada Jokowi, agar hukuman mati bagi kedua warganya tersebut diganti hukuman penjara seumur hidup (Popi Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.