Kamis, 18 Juli 19

Oknum TNI dan Wartawan Berantem Rebutan PSK

Oknum TNI dan Wartawan Berantem Rebutan PSK
* Ilustrasi berantem. (Foto: Tribunnews)

Nabire, Obsessionnews.com – Oknum wartawan dan TNI terlibat adu mulut hingga berujung kontak fisik. Diduga keduanya memperebutkan seorang pekerja seks komersial (PSK) di sebuah lokalisasi di Kota Nabire.

Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhamad Aidi menjelaskan, kedua oknum tersebut ribut dan baku hantam karena memperebutkan seorang PSK bernama Lidia di lokalisasi Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Samabusa –Nabire pada Sabtu (26/1/2019). Oknum TNI berinisial Pratu AM dan oknum wartawan berinisial R.

Setelah kejadian itu, pada 27 Januari 2019 sekitar pukul 02.20 WIT oknum wartawan berinisial R ditemani Priyono (wartawan Sinar Pos) dan Yasin (Satpam Samabusa) menuju ke Mako Denzipur, satuan Pratu AM untuk melaporkan percekcokan yang terjadi di lokalisasi Samabusa kepada pimpinan AM.

“Namun saat tiba di depan gapura Mako Detasemen Zipur-12/OHH oknum TNI Pratu AM beserta empat orang temannya dari PT Kabel Optik berusaha mencegah Rohim, sehingga terjadi perkelahian,” jelas Aidi, Selasa (29/1/2019).

Akibat kejadian tersebut, oknum wartawan R mengalami luka lebam bagian mata kanan dan pelipis kiri lebam, luka robek garis di bawah mata kiri sepanjang 2 cm, luka robek garis di atas telinga sebelah kiri dan Luka Lebam Pudak kiri. Sedangkan Priyono (wartawan Sinar Pos) mengalami luka lebam bagian mata kiri dan dan empat jahitan di pelipis kiri, dan memar di pipi kiri.

Aidi melanjutkan, sekitar pukul 02.30 WIT Pasi Intel Denzipur 12/OHH Lettu Czi Purwadi tiba di lokasi dan mengamankan Pratu AM. Selanjutnya membawa dua korban ke UGD RSUD Nabire untuk mendapatkan perawatan.

“Saat ini korban sudah keluar dari RSUD Nabire guna menjalani rawat jalan. Kedua belah pihak sudah dipertemukan dan masing-masing mengakui kesalahannya,” ungkap Aidi.

Aidi menambahkan, oknum Pratu AM saat ini sudah ditahan di sel tahanan Provost Denzipur-12/OHH, Selanjutnya akan dilimpahkan ke Denpom dalam rangka menjalani proses hukum.

“Kami sangat menyayangkan dengan masih adanya prajurit TNI yang keluyuran ke tempat lokalisasi, ini adalah prilaku yang sangat tidak terpuji dan tidak bermoral. Institusi TNI tidak akan mentolelir hal tersebut. Yang bersangkutan pasti akan kami tindak keras sesuai proses hukum yang berlaku,” tegasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.