Selasa, 26 Oktober 21

OJK: Jangan Paksakan Merger Bank Mandiri dan BNI

OJK: Jangan Paksakan Merger Bank Mandiri dan BNI

Jakarta, Obsessionnews – Dipandang belum terlalu mendesak, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai wacana penggabungan atau merger PT Mandiri Tbk (Mandiri) dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) tidak perlu dipaksakan.

Dari pada terus diributkan dengan wacana tersebut, menurut Deputi Komisioner Bidang Perbankan OJK Irwan Lubis, sebaiknya kedua bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut fokus pada konsolidasi strategis untuk menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

“Enggak mesti merger-merger. Lebih bagus fokus dulu konsolidasi strategis, itu saya rasa lebih penting,” kata dia kepada wartawan di Jakarta, Selasa (10/2/2015).

Menurutnya, konsolidasi strategis tersebut dapat dilakukan dengan cara meningkatkan daya saing masing – masing perbankan melalui berbagai efisiensi yang memungkinkan untuk dilakukan.

Seperti bekerjasama dalam pengembangan Teknologi Informasi (TI), infrastruktur, Sumber Daya Manusia (SDM), penyediaan mesin EDC, ATM, sampai mengintegrasikan pusat – pusat pelatihan agar standar perbankan di Indonesia dapat setara dengan bank – bank ASEAN.

“Maping dulu saja. Sebenarnya gini kalau kaitannya MEA bagaimana mereka hanya meningkatkan daya saing melalui efisiensi, Jadi yang diperlukan efisiensi,” kata dia.

Kalaupun nantinya wacana tentang marger tersebut dipandang perlu untuk segera dilaksanakan, pihaknya mengaku akan tetap menjaga peluang bagi kedua bank BUMN itu. “Sebenarnya kalau pun nanti yang diperlukan konsolidasi strategi, kita tetap menjaga peluang,” ujar Irwan.

Sebagai informasi, sebelumnya wacana tentang marger bank BUMN sempat dilemparkan oleh Dahlan Iskan saat masih menjabat sebagai menteri BUMN yang belakangan diwacanakan juga oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil.

Menurut mereka, memiliki bank besar di tengah kompetisi regional seperti MEA 2015 sangatlah penting mengingat hingga saat ini perbankan Indonesia belum memenuhi syarat untuk berkembang sesuai dengan standar ASEAN. (Kukuh Budiman)

Related posts