Selasa, 19 Oktober 21

OJK Bentuk Tim Khusus Bantu Pembayaran Asuransi AirAsia

OJK Bentuk Tim Khusus Bantu Pembayaran Asuransi AirAsia

Jakarta, Obsessionnews – Guna membantu korban AirAsia QZ8501 mendapatkan pembayaran asuransi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membentuk tim khusus untuk percepatan pengisian dokumen pembayaran asuransi pesawat jurusan Singapura tersebut.

Hal itu dikatakan Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Firdaus Djaelani, kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Kamis (5/2/2015).

Menurutnya, lambannya pembayaran asuransi para korban tersebut terjadi karena hingga saat ini keluarga korban belum mampu melengkapi dokumen ahli warisnya.

“Keterlambatan bukan datang dari AirAsia atau perusahaan asuransi, tapi memang pihak keluarga yang belum bisa lengkapi dokumen sebagai ahli waris,” ujar dia.

Untuk itu pihak AirAsia mencoba membantu kesulitan para korban dengan menunjuk beberapa pihak guna melengkapi dokumen tersebut. “AirAsia membantu dengan cara menunjuk beberapa pihak untuk lengkapi dokumen. Jemput bola dokumen,” kata Firdaus.

Dikatakan, hingga kamis ini ada sekitar 90 keluarga yang tengah berusaha melengkapi dokumen ahli waris. Selain itu juga sudah ada 24 keluarga yang menerima uang muka sekira Rp300 juta. Sisanya akan segera dilunasi setelah dokumen tersebut lengkap.

Lebih lanjut dikatakan, hingga saat ini baru dua orang korban kecelakaan AirAsia QZ 8501 yang mendapatkan pembayaran asuransi. Namun sayangnya kedua korban tersebut tidak ingin diekspos kepublik. “Ada dua keluarga. Tapi gak mau di ekspose,” kata Firdaus.

Selain itu, menurut dia juga ada keluarga korban yang memilih penyelesaian pembayaran asuransi melalui jalan pengadilan. “Ada juga yang mau diselesaikan pengadilan, sehingga Pemda Jatim sediakan pengadilan khusus untuk ini. Khususnya untuk satu keluarga yang hilang, ahli waris kemana. Apakah saudara laki-laki, saudara perempuan,” tambahnya.

Sebelumnya, ia sempat berharap agar pembayaran asuransi korban pesawat tersebut sudah dapat disekesaikan di akhir bulan Januari. Namun kenyataannya, hingga saat ini pembayaran tersebut belum kunjung lunas karena masih banyak keluarga nasabah yang belum bisa menyampaikan kelengkapan dokumen ahli waris.

Agar tidak memberatkan korban kecelakaan tersebut, selain memberikan bantuan lewat tim khusus pihaknya juga menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada batas waktu dalam merampungkan dokumennya. (Kukuh Budiman)

Related posts