Sabtu, 8 Oktober 22

Oegroseno: Penangkapan BW Ada Unsur Rekayasa

Oegroseno: Penangkapan BW Ada Unsur Rekayasa

Jakarta – Penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) oleh anggota Bareskrim Mabes Polri dianggap akal – akalan. Mantan Wakil Kepala Polri (Wakapolri) Komjen Pol (Purn) Oegroseno menilai, penangkapan pejabat negara seperti BW merupakan rekayasa.

“Ini ada rekayasa. Jelas rekayasa. Terus dibikin pelapor baru, itu namanya polisi cari pelapor baru,” ujar Oegroseno saat dihubungi wartawan, Jakarta, Jumat (23/1/2015).

Oegroseno menjelaskan, pelapor baru yang menggungat BW ke Bareskrim Mabes Polri itu hanya masih berandai – andai, sebab pelaporan tersebut masih bersifat katanya. Menurut dia, hanya pengadilan lah yang dapat memastikan seseorang dapat dijadikan sebagai tersangka.

“Ya klo rekayasa ini bilang katanya. Polisi tidak bisa katanya. Hanya pengadilan yang bisa dipakai,” jelasnya.

Semantara itu, Carrel Ticualu selaku kuasa Hukum Politikus PDIP Sugianto Sabran mengaku diuntungkan dengan ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka oleh KPK.

Melihat situasi tersebut, lantas Sabran melaporkan Bambang Widjojanto ke Bareskrim Mabes Polri terkait kasus menyuruh memberikan keterangan palsu dalam sidang sengketa Pilkada Kota Waringin Barat, Kalteng, di Mahkamah Konstitusi, tahun 2010.

“Apa mau dikata kasus yang dilaporkan berbarengan dengan kasus BG (Budi Gunawan) kita diuntungkan, bukan kita cari untung, bukan sengaja cari untung,” ujar Carrel saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Carrel mengaku, pihaknya telah menyerahkan berbagai barang bukti ke Bareskrim Mabes Polri untuk menyeret BW, diantaranya keterangan saksi, sejumlah dokumen termasuk pernyataan saksi yang sudah membuat keterangan palsu di depan notaris, serta bukti-bukti pelengkap lainnya.

Cepatnya penetapan BW sebagai tersangka, dikarenakan penyidik Bareskrim Polri mempercepat penyelidikan kasus tersebut dengan memeriksa maraton saksi-saksi dalam tiga hari.

“Setelah sekian tidak berjalan kemudian kita bawa sejumlah dokumen lalu membuat LP baru. Pemeriksaan pun dilakukan secara maraton, saksi baru bisa pulang sampai jam tiga pagi. Untuk bukti ada saksi baru yang diperiksa termasuk berkas-berkas lama pun kita serahkan kembali,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Bambang Widjojanto yang menjabat sebagai Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan ditangkap pagi tadi pagi, 07.30 wib atas dugaan memberi atau menyuruh saksi memberikan keterangan palsu dalam persidangan sengketa Pilkada Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. (Pur)

Related posts