Rabu, 2 Desember 20

Objek Wisata Karimunjawa Dibuka dengan Protokol Kesehatan yang Ketat

Objek Wisata Karimunjawa Dibuka dengan Protokol Kesehatan yang Ketat
* Wisatawan yang akan berkunjung ke Karimunjawa wajib penuhi protokol kesehatan (foto : Kemenko Marves)

Jepara, Obsessionnews.com – Pemerintah akhirnya membuka kembali objek wisata Karimunjawa di Jepara, Jawa Tengah. Pembukaan ini dilakukan demi menjaga stabilitas ekonomi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air, Deputi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Rahman Hidayat, mengatakan pembukaan wisata tersebut sebagai upaya pemerintah agar ada keseimbangan antara perekonomian masyarakat dengan upaya pencegahan penularan virus covid-19. Titik keseimbangan inilah yang selalu ditekankan Presiden Jokowi agar masyarakat tetap bisa melanjutkan kehidupannya meski di tengah pandemi.

“Pembukaan pelayaran ke Karimunjawa, dalam hal ini saya sangat sepakat, artinya harus seimbang antara tetap menjaga kesehatan dengan fungsi ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat. ¬†Apabila kita sadari ketika pandemi melanda, di Pulau Jawa khususnya Jepara itu zona merah tetapi tidak Karimun Jawa yang masih zona hijau,” ujar Rahman, baru-baru ini.

Dikatakannya bahwa penerapan protokol kesehatan ketat dimulai pintu masuk. Hal ini diperlukan guna menghindari adanya potensi penularan virus.

“Jadi artinya penerapan protokol kesehatan ketat dimulai di pintu masuk, semisal harus rapid test pada setiap penumpang. Sebab, kita yang berpotensi membawa masalah ke Karimunjawa, oleh karenanya protokol kesehatan itu sangatlah penting,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Jepara, Dian Kristiandi menjelaskan pembukaan pariwisata ke Karimunjawa dilakukan secara bertahap dan tetap dibatasi. Menurutnya, upaya ini menandai telah dibukanya kembali obyek wisata Kepulauan Karimunjawa setelah ditutup sekitar 7 bulan akibat pandemi.

“Kuota wisatawan dibatasi 50 persen dari kapasitas normal, mulai dibiasakan tatanan kehidupan yang baru untuk bangkit dari pandemi. permasalahan kesehatan dan ekonomi bisa berjalan seimbang di tengah pandemi. Selama protokol kesehatan diterapkan dengan baik, semua juga akan terlaksana dengan baik. Apalagi wisata menjadi tulang punggung penopang perekonomian masyarakat Karimunjawa,” ujarnya.

Pariwisata di Karimunjawa wajib menerapkan protokol kesehatan dengan pengawasan ketat dari Satgas covid-19 Kabupaten Jepara. Bagi para wisatawan yang akan berkunjung, wajib membawa surat bebas Covid-19 melalui rapid test atau negatif Covid-19 berdasarkan hasil tes usap (swab test), dan harus ditunjukkan kepada petugas saat akan menyeberang di pintu masuk pelabuhan. Pelayanan rapid test di Pelabuhan pun akan disediakan oleh tenaga kesehatan swasta dengan biaya Rp 150.000. Namun, anak-anak, lansia, dan ibu hamil, untuk saat ini dilarang berkunjung akibat memiliki risiko tinggi terinfeksi covid-19.

“Kami tetap akan melakukan evaluasi, Satgas Penanganan covid-19 senantiasa memonitor dan mengevaluasi secara intensif dan berkala. Jika dinyatakan aman, maka kuota wisatawan ditambah. Hasil evaluasi ini menentukan rencana pembukaan penuh wisata Karimunjawa. Kegiatan wisata Karimunjawa bisa ditutup lagi jika nantinya jadi klaster baru penularan Covid-19 akibat ketidakpatuhan semua pihak, termasuk wisatawan,”pungkas Kristiandi. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.