Kamis, 27 Januari 22

Nur Alam Bantah Terima Suap 50 Miliar

Nur Alam Bantah Terima Suap 50 Miliar

Jakarta, Obsessionnews – Terhitung Selasa 26 Mei 2015 lalu, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam telah dilaporkan oleh Aliansi Mahasiswa Sulawesi Tenggara (AMST) ke Bareskrim Mabes Polri terakit Illegal Mining (tambang illegal) terhadap PT AHB dan Billy Indonesia yang tetap diberikan Izin Usaha Pertambangan (IUP) dimana pengelolaannya masuk dalam kawasan hutan lindung, serta jalankan ekspor tambang sejak 2011 lalu. Selain itu AMST saat itu juga mendesak Kejaksaan Agung untuk menuntaskan dugaan kasus rekening gendutnya.

Saat ditemui di Menara Global oleh Obsessionnews, Nur Alam menanggapi dengan hangat saja tentang pelaporan mengenai dirinya. Menurut dia, pelaporan mengenai dirinya butuh waktu untuk penelitian apakah benar atau tidak melakukan illegal mining di Sultra. “Kalau mau laporkan biasa-biasa saja, tapi apakah laporannya itu benar atau tidak, nanti dilakukan penelitian tentunya,” ujar Nur Alam usai buka puasa bersama di Kantor Perhubungan Sultra, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (4/7/2015).

Tentang isu pejabat tersandung korupsi dan kemudian dilaporkan, menurut Nur Alam,  hal itu sudah menjadi fenomena di tataran pejabat publik. Yang terpenting menurutnya, persoalan yang ada diserahkan pada penegak hukum untuk menindaklanjuti. “Tapi buat saya sudah menjadi fenomena semua pejabat publik sering dilaporkan, jadi kita serahkan saja kepada penegak hukum,” tuturnya.

Nur Alam 2

Nur Alam membantah dugaan yang ditudingkan oleh AMST terhadap dirinya telah menerima suap, gratifikasi sebesar USD 4,5 juta atau sekitar Rp50 miliar yang diterima dari perusahaan tambang asal Hongkong Rich Corp International Ltd (RCI) yang terafiliasi di Indonesia dengan 2 perusahaan tambang PT Anugrah Harisma Barakah/AHB & Billy Indonesia yang beroperasi di Kab. Bombana, Sultra. “Itu tidak benar, kita tidak bisa berandai-andai, tapi kalau membuat laporan ya silakan saja, tapi apakah laporannya itu seperti sebenarnya kan itu belum tentu,” kilahnya.

Nur Alam juga membantah mengenai isu jika dirinya melakukan suap pada pihak-pihak terkait untuk mengamankan kasusnya. “Itu tidak benar,” tampik Gubernur Sultra ini. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.