Sabtu, 25 September 21

November 2015, PAL Luncurkan Kapal SSV

November 2015, PAL Luncurkan Kapal SSV
* Plat simbolis Kapal SSV diangkat bersama-sama dalam prosesi peletekan Lunas (Keel Laying) SSV dan pemotongan plat pertama SSV kapal ke 2 di Bengkel Assembly Divisi Kapal Niaga PT PAL Indonesia (Persero), Jumat (5/6/2015). (Obsessionnews.com/Ari Armadianto)

Surabaya, Obsessionnews –  Dua unit kapal perang Strategic Sealift Vessel (SSV) pesanan dari Kementerian Pertahanan Filipina yang diproduksi PT PAL Indonesia (Persero) ditargetkan selesai November 2015 mendatang.

“Pengerjaan peralatan sudah 80 persen. Kerena itu, dibangun di enam titik agar target bisa terkejar,” kata Direktur Umum PT PAL Indonesia (Persero), M. Firmansyah Arifin kepada wartawan usai peletekan Lunas (Keel Laying) SSV dan pemotongan plat pertama SSV kapal ke 2 di Bengkel Assembly Divisi Kapal Niaga PT PAL Indonesia (Persero), Jumat (5/6/2015).

Firmansyah mengatakan, dua unit kapal pengembangan dari kapal landing platform dock (LTD) KRI Banda Aceh dan KRI Banjarmasin tersebut ditargetkan selesai dalam tempo 24 bulan atau dua tahun.
“Secara kontrak ditargetkan Mei 2017 karena harus tetap dilaksanakan pengujuan, seperti uji pelayaran dan sistem,” jelasnya.

Ekspor kapal perang senilai 90 juta Dolar AS,  kata Firmansyah, sebagai pembuktian terhadap positioning PT PAL Indonesia (Persero) di mata dunia internasional untuk produk alutsista. Mengingat, jenis kapal ini mampu mencapai hingga ke peraiaran dangkal.

“Selain itu, SSV in memiliki keunggulan khusus untuk negara kepulauan, dapat digunakan untuk keperluan perang dan non perang. Seperti ketika bencana, kapal ini dapat dijadikan sebagai rumah sakit apung dan SAR (search and rescue),” tambahnya.

Dalam proses peletekan Lunas SSV dan pemotongan plat pertama SSV, perwakilan Filipina hadir Wakil Kepala Staf Angkatan Laut, Radm Caesar C Taccad melihat proses produksi kapal yang komponennya diperkirakan 40% merupakan produk impor.

Selain itu, hadir pula Inspektorat Jenderal Kementerian Pertahanan, Marsekal Madya Ismono Wijianto, Deputy Bidang Usaha Industri Argo dan Strategis Kementerian BUMN, M.Zamkani, serta Komisi VI DPR-RI yang dipimpin Azam Azam Natawijana selaku Wakil Ketua.

Indonesia perlu berbangga, karena pesanan dari Filiphina telah mengukir sejarah. Pasalnya, pertama kalinya kapal perang buatan Indonesia bisa diekspor. Selain itu, PT PAL Indonesia (Persero) pada tender pesanan kapal perang ini pun mengalahkan 8 negara lain, termasuk Korea Selatan yang merupakan ‘guru’ dari PT PAL dalam hal produksi kapal selam. (GA Semeru)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.