Senin, 27 September 21

Novel Akan Hadapi Sidang Praperadilan Pertama

Novel Akan Hadapi Sidang Praperadilan Pertama

Jakarta, Obsessionnews – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kompol Novel Baswedan akan menjalani sidang praperadilan pertama di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (25/5/2015). Novel menggugat Bareskrim Polri terkait kasus penganiayaan terhadap para pencuri burung walet di Bengkulu.

Kuasa hukum Novel, Muji Kartika Rahayu, mengatakan kliennya dipastikan hadir dalam sidang yang rencananya akan dimulai pada pukul 09.00 WIB. Pihaknya sudah mempersiapkan materi sidang guna membuktikan kepada majelis hakim bahwa kleinnya tidak bersalah.

“Kita sudah siapa materi sidang, rencananya Novel juga akan datang,” ujarnya saat dihubungi, Senin (25/5/2015).

Kartika mengatakan, agenda pertama sidang adalah pembacaan gugatan yang berisi mengenai kejanggalan mekanisme penerapan hukum yang dipakai oleh penyidik Bareskrim dalam menetapkan Novel sebagai tersangka kasus penganiayaan pencuri burung walet.

Setidaknya ‎dalam gugatan tersebut Novel mempermasalahkan mengenai proses penangkapan dan penahanan Novel yang awalnya mengunakan pasal Pasal 351 ayat (1) dan (3) terhadap korban bernama Mulya Johani alias Aan. Namun, belakangan penyidik memuat pasal yang berbeda yaitu Pasal 351 ayat (2) dan Pasal 442 juncto Pasal 52 KUHP.

Kemudian, hal yang dianggap mengganjal yakni mengenai penggunaan Surat Perintah Kabareskrim Nomor Sprin/1432/Um/IV/2015/Bareskrim tertanggal 20 April 2015 yang dijadikan dasar penangkapan dan penahanan terhadap Novel. Namun, surat ini dianggap tidak lazim, karena dasar penangkapan dan penahanan adalah surat penyidikan.

Selain itu, proses penangkapan penyidik terhadap Novel juga dianggap tidak sesuai dengan prosedur. Sebab, Sprindik yang dipakai acuan penyidk kadaluwarsa, dan dilakukan tanpa memenuhi syarat subyektif.

Terlebih, dalam prakteknya tidak ada koordinasi antara Bareskrim dengan Kapolri sebagai pimpinan tertinggi di institusi Polri, pada saat melakukan penahanan. Bahkan kata Kartika Penyidik Bareskrim dianggap tidak mengindahkan Intruksi Presiden Joko Widodo untuk tidak membuat kegaduhan dengan penahanan Novel.

“Kami sudah mengumpulkan bukti-bukti terkait. Kami juga akan menghadirkan saksi di persidangan,” jelasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.