Rabu, 5 Agustus 20

Novanto Tidak Punya Pengaruh Kecuali Uang

Novanto Tidak Punya Pengaruh Kecuali Uang
* Ketua DPR Setya Novanto.

Jakarta, Obsessionnews.com – Tidak ada yang menduga sebelumnya, KPK punya keberanian untuk menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan proyek e-KTP. Sebab, dugaan korupsi yang dilakukan oleh Novanto sudah lama tercium di ruang publik. Namun Ketua Umum Golkar ini selalu lolos dari kabar atau isu negatif mengenai dirinya.

Banyak orang yang beranggapan lolosnya Novanto dari berbagai kasus hukum karena dia memiliki pengaruh yang besar dalam percaturan politik negeri ini. Karena selain sebagai Ketua Umum Golkar, Novanto juga menduduki posisi strategis sebagai Ketua DPR. Namun hal itu dibantah oleh pengurus Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Samsul Rizal.

Samsul mengatakan, sebagai pemimpin Novanto disebut tidak punya pengaruh yang kuat secara ketokohan, baik, ide, gagasan atau jabatan yang melekat pada dirinya. Pengaruh Novanto tidak lain kata dia hanya bermodalkan kekuatan uang. Sebagai orang yang dikenal kaya raya, Novanto disebut hanya mengandalkan uang untuk menunjang karier politiknya.

“Karier politik Novanto memang bisa dikatakan bagus, bisa menduduki Ketua DPR, Ketua Umum Golkar dalam waktu yang tidak lama. Meski dia sempat diterpa berbagai isu miring. Tapi sejatinya dia tidak punya pengaruh apa-apa di kalangan elit, kecuali hanya mengandalkan uang,” ujar Samsul saat dihubungi, Selasa (5/9/2017).

Dengan ditetapkannya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi oleh KPK, menurut Samsul sudah cukup membuktikan bahwa kekayaan Novanto tidak akan berpengaruh dalam upaya penegakan hukum di Indonesia, demikian juga jabatan. Pengaruh Novanto hanya masih bisa bertahan di internal Partai Golkar.

“Buktinya apa? Novanto masih tetap menjabat sebagai Ketua umum Golkar. Padahal semestinya secara etik ketika sudah status tersangka, dia harus mundur. Kalau tidak mau, terpaksa dimundurkan. Ini demi menjaga marwah atau wibawa partai agar bersih dari koruptor,” ucapnya.

Setidaknya ini yang sedang dilakukan oleh para kader muda Golkar yang dipimpin oleh Ahmad Doli Kurnia. Samsul mengatakan dirinya bersama kawan-kawan tengah menyusun langkah strategis untuk menyelamatkan Partai Golkar. Ia sadar Golkar saat ini berada diambang kehancuran dengan berbagai masalah yang dihadapi.

“Kalau kita merasa kader sejati, mestinya kita berfikir berfikir untuk bisa menyelamatkan Partai ini. Kita tidak bisa membiarkan Golkar ditinggal suaranya oleh masyarakat karena mempertahankan seorang pemimpin yang menjadi tersangka korupsi,” jelasnya.

Di tengah upaya menyelamatkan Partai Golkar, Samsul sangat menyesalkan sikap DPP Partai Golkar yang justru melakukan tindakan sewenang-sewenang dengan memecat Doli sebagai kader muda Golkar. Ia sangat yakin apa yang dilakukan selama ini tidak ada yang salah.

“Karena tujuan dari semua itu adalah mengembalikan citra Golkar sebagai partai yang mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia,” tandasnya.

Diketahui jika dilihat dari halaman website LHKPN KPK, Selasa (18/7/2017), Novanto terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 13 April 2015 saat menjabat Ketua DPR RI. Ia memiliki kekayaan sekitar Rp 114 miliar. Harta tersebut terdiri harta bergerak, tak bergerak, serta giro dan setara kas. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.